Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi khusus kepada Adriano Padama, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang berasal dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil setelah adanya penyampaian aspirasi secara langsung mengenai kondisi pangan di daerah asal mahasiswa tersebut. Respons cepat dari Kementerian Pertanian ini membuktikan perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan di daerah terpencil seperti Kabupaten Alor.
Pertemuan yang mendasari aksi nyata ini terjadi ketika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri dan memberikan kuliah umum di kampus Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Di hadapan sebanyak 5.155 mahasiswa baru Undip yang memadati acara kuliah umum tersebut, Adriano Padama mendapatkan kesempatan untuk berbicara. Mahasiswa asal Alor, Nusa Tenggara Timur ini menyampaikan keluhan dan kondisi nyata masyarakat di Kabupaten Alor yang masih menghadapi persoalan serius terkait dengan masalah distribusi pangan.
Dalam penyampaiannya di depan ribuan mahasiswa baru dan Menteri Pertanian, Adriano Padama menceritakan kondisi harga pangan, khususnya beras, di wilayahnya. Adriano menjelaskan bahwa apabila jalur distribusi pangan mengalami gangguan atau hambatan, harga beras di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor bisa melonjak sangat tinggi hingga mencapai kisaran Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Informasi mengenai lonjakan harga beras akibat kendala distribusi ini menarik perhatian serius dari Mentan Andi Amran Sulaiman.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Mendengar aspirasi dan laporan langsung dari Adriano Padama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung mengambil tindakan nyata tanpa menunda waktu. Mentan Amran memutuskan untuk membatalkan agenda rapat pimpinan penting yang seharusnya ia hadiri di Jakarta. Sebagai gantinya, Mentan Amran memilih untuk turun langsung ke lapangan dan terbang menuju Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, guna memantau secara langsung kondisi pangan dan harga beras di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja ke Kabupaten Alor tersebut akhirnya direalisasikan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Menariknya, Adriano Padama turut serta mendampingi secara langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selama rangkaian kunjungan kerja tersebut di Alor. Bersama-sama, mereka melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pertanian dan melihat langsung jalannya berbagai macam program pertanian yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah di wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan mengenai kondisi harga beras terkini di Kabupaten Alor. Mentan Amran menyatakan bahwa harga beras di Alor saat ini berada pada angka Rp13.000 per kilogram. Menurut Mentan Amran, tingkat harga tersebut sudah sama dengan harga beras yang berlaku di wilayah Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa harga saat ini dalam kondisi yang setara dengan ibu kota.
Meskipun demikian, demi mengantisipasi terjadinya lonjakan harga di kemudian hari akibat kendala distribusi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung memberikan instruksi tegas kepada Bulog. Mentan Amran meminta Bulog untuk memastikan dan menjaga ketersediaan stok beras di Kabupaten Alor agar tetap aman. Selain itu, Bulog juga diinstruksikan untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif seperti menggelar operasi pasar dan mengadakan pasar murah bagi masyarakat Alor.






