apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Resep Tradisional Nusantara Terancam Punah Akibat Hilangnya Bahan Alami dan Minimnya Pewarisan

Domu TobingDiterbitkan 8 Agu 2026 - 16.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Resep Tradisional Nusantara Terancam Punah Akibat Hilangnya Bahan Alami dan Minimnya Pewarisan
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Resep tradisional Nusantara kini tengah menghadapi ancaman kepunahan yang serius. Warisan kuliner yang telah bertahan selama lintas generasi ini perlahan-lahan mulai memudar akibat hilangnya bahan-bahan alami di alam serta terputusnya rantai pewarisan pengetahuan memasak kepada generasi muda. Isu krusial mengenai kelangsungan kuliner lokal ini mengemuka dalam sebuah acara bincang-bincang atau talk show yang membahas secara mendalam tentang resep warisan Nusantara. Acara diskusi tersebut diselenggarakan di Kopikina Kemang pada hari Jumat (07/08/26), yang mempertemukan para pemerhati dan pelaku kuliner untuk membahas tantangan nyata yang sedang dihadapi oleh kebudayaan pangan Indonesia.

Salah satu faktor utama yang memicu terancamnya resep tradisional adalah semakin sulitnya menemukan bahan-bahan alami yang menjadi bahan baku utama masakan. Ketersediaan hayati yang kian merosot ini secara langsung berdampak pada keaslian rasa dan keberadaan resep itu sendiri. Sebagai contoh nyata, terdapat resep tradisional bernama "rendang 120 daun" yang sesuai namanya menggunakan 120 jenis daun yang berbeda dalam proses pembuatannya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dalam sebuah studi penelitian, seorang ibu yang mencoba mempraktikkan resep tersebut hanya berhasil mengumpulkan 55 jenis daun saja meskipun telah melakukan pencarian intensif selama dua hari berturut-turut. Kesulitan ini terjadi karena kawasan hutan yang dahulunya berada dekat dengan pemukiman warga kini posisinya menjadi semakin jauh dan sulit dijangkau.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Baca Juga

Dishub DKI Jakarta Luncurkan Call Center 1500813 untuk Layanan Transportasi 24 Jam

Dishub DKI Jakarta Luncurkan Call Center 1500813 untuk Layanan Transportasi 24 Jam

Selain kendala lingkungan berupa hilangnya bahan baku alami, kelangsungan resep tradisional Nusantara juga terancam oleh minimnya transfer pengetahuan memasak kepada generasi penerus. Rantai pewarisan ini terputus karena keengganan generasi muda untuk mempelajari seni memasak tradisional. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 80 persen pelaku kuliner tradisional secara terbuka mengakui bahwa anak-anak mereka enggan meneruskan warisan memasak tersebut. Keengganan ini menciptakan jurang pemisah yang besar antara generasi tua yang menyimpan pengetahuan kuliner dengan generasi muda yang seharusnya melestarikannya. Jika tren keengganan ini terus berlanjut tanpa ada solusi konkret, maka pengetahuan memasak tradisional yang kaya akan nilai sejarah ini dipastikan akan hilang seiring berjalannya waktu.

Menanggapi fenomena ini, Mei Batubara selaku pendiri dari Nusa Gastronomi memberikan pandangan yang mendalam mengenai akar permasalahan tersebut dalam sesi diskusi di Kopikina Kemang. Menurut Mei Batubara, persoalan yang dihadapi saat ini sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar masalah makanan fisik atau dokumentasi resep semata. Mei Batubara menyatakan bahwa masalah utamanya bukan hanya tentang makanannya atau tentang resepnya, melainkan tentang budaya makan dari masyarakat itu sendiri. Budaya makan yang bergeser dan perubahan gaya hidup masyarakat modern turut memengaruhi bagaimana resep tradisional tersebut dinilai dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 117 Awan Panas Guguran dalam Sepekan

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 117 Awan Panas Guguran dalam Sepekan

Pandangan senada juga disampaikan oleh Dewi Kharisma Michellia, penulis buku "Memasak Harapan", yang turut menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut. Dewi Kharisma Michellia menjelaskan bahwa karakteristik utama dari pengetahuan kuliner di Nusantara adalah cara pewarisannya yang sangat bergantung pada praktik langsung dan transmisi lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Metode lisan dan praktik ini membuat pengetahuan tersebut rentan hilang jika tidak didokumentasikan dengan baik secara historis. Oleh sebab itu, Dewi Kharisma Michellia menekankan bahwa pelacakan sejarah mengenai transisi-transisi dalam transmisi pengetahuan inilah yang sebetulnya sangat perlu untuk kita gali lagi. Melalui pelacakan transisi sejarah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bagaimana pengetahuan memasak tradisional bergeser dan bagaimana cara terbaik untuk menyelamatkannya dari kepunahan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kuliner NusantaraNusa GastronomiBudaya MakanMemasak Harapan

Berita Terbaru Lainnya

Dishub DKI Jakarta Luncurkan Call Center 1500813 untuk Layanan Transportasi 24 JamPasokan Konsentrat Papua Mulai Masuk, Smelter Freeport Manyar Bersiap ProduksiDestry Damayanti Masuk Bursa Calon Gubernur Bank IndonesiaCoco Gauff Tundukkan Maria Sakkari di Toronto, Amankan Tiket 16 BesarAktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, BPPTKG Catat 117 Awan Panas Guguran dalam SepekanKisah Sudono Salim, Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Ambil Keputusan Bisnis BesarHarga Emas Antam Melonjak ke Rp 2.690.000 per GramKuasa Hukum Febrie Adriansyah Persoalkan Sprindik hingga Penerapan Pasal TPPU

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap