Resep tradisional Nusantara kini tengah menghadapi ancaman kepunahan yang serius. Warisan kuliner yang telah bertahan selama lintas generasi ini perlahan-lahan mulai memudar akibat hilangnya bahan-bahan alami di alam serta terputusnya rantai pewarisan pengetahuan memasak kepada generasi muda. Isu krusial mengenai kelangsungan kuliner lokal ini mengemuka dalam sebuah acara bincang-bincang atau talk show yang membahas secara mendalam tentang resep warisan Nusantara. Acara diskusi tersebut diselenggarakan di Kopikina Kemang pada hari Jumat (07/08/26), yang mempertemukan para pemerhati dan pelaku kuliner untuk membahas tantangan nyata yang sedang dihadapi oleh kebudayaan pangan Indonesia.
Salah satu faktor utama yang memicu terancamnya resep tradisional adalah semakin sulitnya menemukan bahan-bahan alami yang menjadi bahan baku utama masakan. Ketersediaan hayati yang kian merosot ini secara langsung berdampak pada keaslian rasa dan keberadaan resep itu sendiri. Sebagai contoh nyata, terdapat resep tradisional bernama "rendang 120 daun" yang sesuai namanya menggunakan 120 jenis daun yang berbeda dalam proses pembuatannya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dalam sebuah studi penelitian, seorang ibu yang mencoba mempraktikkan resep tersebut hanya berhasil mengumpulkan 55 jenis daun saja meskipun telah melakukan pencarian intensif selama dua hari berturut-turut. Kesulitan ini terjadi karena kawasan hutan yang dahulunya berada dekat dengan pemukiman warga kini posisinya menjadi semakin jauh dan sulit dijangkau.








