apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Rencana Perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor dan Usulan Pengembalian Aset Terminal Baranangsiang

Andi TobanDiterbitkan 17 Agu 2026 - 03.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor dan Usulan Pengembalian Aset Terminal Baranangsiang
Foto/Ilustrasi: megapolitan.kompas.com.
A-A+

Rencana perpanjangan jalur transportasi massal lintas raya terpadu atau LRT Jabodebek hingga ke wilayah Bogor terus bergulir dan menjadi perhatian penting. Meskipun landasan hukum untuk proyek perpanjangan rute ini sudah ada sejak diterbitkannya Peraturan Presiden pada tahun 2015 silam, realisasinya saat ini masih berada dalam tahap kajian mendalam oleh pihak-pihak terkait. Kajian ini bertujuan untuk memastikan kelayakan proyek sebelum konstruksi fisik dapat dimulai secara resmi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah memasukkan proyek perpanjangan rute LRT Jabodebek ke Bogor ini ke dalam rencana induk (master plan) pengembangan jangka panjang perusahaan. Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menyampaikan bahwa proyek perpanjangan lintasan tersebut sudah masuk ke dalam master plan pengembangan perusahaan. Saat ini, PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) tengah melakukan berbagai kajian komprehensif. Kajian ini mencakup analisis potensi bisnis, penentuan jalur atau rute yang akan dilalui, hingga pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD). Selain dengan DJKA, PT KAI juga bekerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) untuk mematangkan studi kelayakan proyek tersebut.

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, mengonfirmasi bahwa rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek menuju wilayah Bogor masih berada pada tahap kajian awal. Menurut Allan Tandiono, pihak Kementerian Perhubungan saat ini sedang menunggu penyerahan rencana tindak lanjut dari PT KAI dan PT Adhi Karya (Persero). Rencana kelanjutan yang dinantikan tersebut mencakup detail pelaksanaan serta skema pendanaan yang akan digunakan untuk membiayai proyek perpanjangan transportasi massal ini.

Baca Juga

Pramono Sebut Modifikasi Cuaca Tekan Polusi Jakarta Terhambat Ketiadaan Awan

Pramono Sebut Modifikasi Cuaca Tekan Polusi Jakarta Terhambat Ketiadaan Awan

Di sisi lain, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim secara aktif mengusulkan agar perluasan jaringan transportasi massal seperti LRT Jabodebek dan TransJakarta dapat terhubung langsung ke wilayah Kota Bogor. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Dedie dalam sebuah pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Dedie mendorong agar layanan TransJakarta dapat diperluas rutenya hingga menjangkau wilayah Bogor, termasuk menyediakan konektivitas langsung menuju Terminal Bubulak. Selain membahas integrasi transportasi massal antardaerah, pertemuan antara Wali Kota Bogor dan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga membahas berbagai isu kerja sama lintas daerah lainnya. Topik yang dibahas meliputi penanganan banjir, pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan hidup, hingga penguatan kapasitas mitigasi bencana kebakaran.

Terkait rencana perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor, Terminal Baranangsiang sebenarnya telah disiapkan untuk berfungsi sebagai stasiun akhir dari rute transportasi massal tersebut. Namun, nasib terminal ini masih dipenuhi ketidakpastian. Sejak aset Terminal Baranangsiang diserahkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada Pemerintah Pusat pada tahun 2019 lalu, belum ada langkah pembangunan atau revitalisasi konkret yang berjalan di lokasi tersebut. Kondisi mandeknya pembangunan selama bertahun-tahun ini mendorong Pemerintah Kota Bogor untuk meminta kembali hak pengelolaan aset tersebut agar dapat dikelola secara mandiri oleh daerah.

Baca Juga

PN Niaga Semarang Evaluasi Kurator Sritex di Tengah Kasus Korupsi Fasilitas Kredit

PN Niaga Semarang Evaluasi Kurator Sritex di Tengah Kasus Korupsi Fasilitas Kredit

Untuk menindaklanjuti permintaan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim telah menemui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, Dedie meminta pengembalian aset Terminal Baranangsiang dari Kemenhub ke Pemkot Bogor. Dedie menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Otonomi Daerah, pemerintah daerah diperbolehkan dan memiliki wewenang untuk mengelola terminal, khususnya untuk terminal tipe B atau tipe C. Menanggapi usulan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan sedang melakukan evaluasi. Pihaknya akan mengkaji apakah Terminal Baranangsiang akan tetap dipertahankan sebagai terminal tipe A dengan kewenangan dan pengelolaan di bawah pemerintah pusat, atau diperbolehkan untuk diserahkan kembali kepada Pemerintah Kota Bogor.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LRT JabodebekKementerian Perhubungan

Berita Terbaru Lainnya

Laporan Inflasi Bulanan Indeks Harga Konsumen BPS Tunjukkan Fluktuasi Harga Sepanjang 2026Bagaimana Stres Memengaruhi Sistem Imun dan Kesehatan TubuhPersiapan MotoGP Mandalika 2026, ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus dan Fasilitas PendukungBursa Efek Indonesia Kembali Tunda Penerapan Transaksi Short SellingGempa M7,7 NTT, DPR Minta Kedaruratan Layanan Kesehatan DiterapkanPramono Sebut Modifikasi Cuaca Tekan Polusi Jakarta Terhambat Ketiadaan AwanStrategi Mengoptimalkan Siaran Langsung Daring untuk Perkuat Merek di Pasar DigitalNormalisasi Muara Krueng Meureudu Dikebut agar Nelayan Bisa Melaut Lagi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap