Masjid Istiqlal Jakarta resmi meluncurkan kembali Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) pada Jumat (21/8) di Area Kuliner Istiqlal Global Fund (IGF). Langkah ini bertujuan untuk menegaskan kembali peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar.
Dalam pelaksanaannya, penataan ulang area kuliner ini melibatkan restrukturisasi fisik serta evaluasi terhadap para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di area kuliner masjid tersebut. Pihak pengelola menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan perubahan pola pikir atau mindset pedagang, bukan sekadar berfokus pada memperbanyak jumlah tenant.
Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF), Ahsanul Haq, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kemitraan bisnis yang setara antara masjid dan korporasi. Selama ini, hubungan yang terjalin sering kali berupa program CSR konvensional satu arah yang menempatkan posisi masjid di bawah sebagai penerima bantuan. Melalui inisiatif baru ini, pola tersebut diubah agar masjid dan pihak industri dapat bergandengan tangan dalam kemitraan yang sejajar.
Lionsgate Incar Charles Melton Perankan Kakashi Hatake dalam Film Live-Action Naruto

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahudin Al Aiyub, turut memberikan pandangannya mengenai nilai historis dari peran masjid. Beliau memaparkan bahwa ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan hijrah ke Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid. Fungsi masjid pada masa itu tidak hanya terbatas untuk ibadah salat, melainkan juga menjadi tempat bagi Rasulullah untuk mendidik para sahabat.
Fungsi multifungsi masjid tersebut kemudian sempat dibatasi oleh kebijakan kolonial yang dimulai pada tahun 1800-an. Kebijakan yang diinisiasi oleh Snouck Hurgronje tersebut sengaja memisahkan masjid dari aktivitas ekonomi serta politik. Langkah kolonial ini diambil dengan tujuan untuk mencegah timbulnya perlawanan atau resistensi dari masyarakat. Peluncuran kembali Zona KHAS ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi masjid ke esensi awalnya.
RSUP Dr. Kariadi Semarang Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam asal Jepara

Keberadaan Zona KHAS Istiqlal ini juga mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar, termasuk para pengunjung dari Gereja Katedral yang terletak tepat di seberang Masjid Istiqlal. Para pengunjung gereja tersebut turut meramaikan dan menikmati hidangan kuliner di Zona KHAS. Gereja Katedral Jakarta sendiri merupakan rumah ibadah yang aktif mempersiapkan berbagai perayaan besar, seperti menyediakan kapasitas sekitar 5.000 kursi dengan dekorasi daur ulang untuk Natal 2025, serta menyiapkan 5.000 kursi untuk peringatan Paskah 2026.






