Kondisi kembar siam yang dialami oleh Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely telah terdeteksi sejak usia kandungan memasuki empat bulan. Temuan awal tersebut membuat sang ibu segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang untuk penanganan medis lebih lanjut. Kedua bayi perempuan asal Jepara ini kemudian lahir pada tanggal 12 Januari 2025. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Shayna dan Shazia mengalami kondisi Ischiopagus Tetrapus, yaitu dempet pada bagian tulang panggul bawah. Kelainan fisik ini menyebabkan organ anus, vagina, serta kandung kemih mereka menyatu. Selain itu, saluran usus kedua bayi juga bergabung menjadi satu sehingga tim medis harus membuat lubang pembuangan kotoran sementara agar mereka dapat makan dan minum dengan baik.
Setelah melewati masa pemantauan yang panjang, tindakan medis krusial akhirnya dilakukan. Tim dokter memutuskan untuk melaksanakan operasi pemisahan ketika usia bayi mencapai 1 tahun 6 bulan, demi menunggu ukuran kandung kemih mereka tumbuh cukup besar agar bisa dipisahkan secara aman. Operasi besar tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2026 dan berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Proses pemisahan yang rumit ini dipimpin oleh dr. Agoes Wibisono selaku ketua tim operasi, dengan melibatkan sebanyak 20 dokter spesialis. Tim medis yang berkolaborasi terdiri dari spesialis anak, bedah anak, kandungan, urologi, ortopedi, anestesi, bedah plastik, serta beberapa spesialis lainnya.
Dua Orang Meninggal Usai Truk Tabrak 2 Mobil dan 2 Motor di Puncak, Cianjur

Keberhasilan tindakan ini menjadi catatan historis tersendiri bagi pelayanan medis di Jawa Tengah. Tindakan penyelamatan ini merupakan operasi pemisahan kembar siam keempat yang berhasil diselesaikan oleh RSUP Dr. Kariadi. Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, Agus Akhmadi, menjelaskan bahwa pascaoperasi, pihak rumah sakit tidak melepas pengawasan begitu saja. Mereka telah berkoordinasi secara aktif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 untuk terus memantau tumbuh kembang, kondisi kesehatan, serta proses rehabilitasi fisik kedua bayi tersebut secara berkelanjutan.
KPK Tetapkan Rektor dan Wakil Rektor Unsoed Sebagai Tersangka Pemerasan Mahasiswa Baru

Dari sisi pembiayaan, penanganan medis yang kompleks ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hingga waktu pelaporan, estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp 200 juta untuk masing-masing bayi. Kebutuhan dana tersebut berhasil dipenuhi melalui skema penjaminan BPJS Kesehatan, yang didukung oleh sumbangan sukarela dari para dokter serta tenaga medis di RSUP Dr. Kariadi yang menaruh kepedulian mendalam terhadap masa depan Shayna dan Shazia.






