Sektor manufaktur elektronik di tanah air kini sedang berada dalam fase yang sangat krusial akibat tekanan dari berbagai arah. Lesunya daya beli masyarakat di pasar domestik menjadi pukulan telak yang membuat produk-produk elektronik lokal sulit terserap secara maksimal. Kondisi ini diperparah oleh derasnya arus barang impor yang membanjiri pasar dengan harga yang sering kali lebih murah. Akibat dari kombinasi tekanan tersebut, tingkat utilitas atau kapasitas produksi pabrik-pabrik elektronik nasional mengalami penurunan yang cukup signifikan, memaksa para pelaku usaha untuk memutar otak demi menjaga kelangsungan operasional mereka.
Menghadapi realitas bisnis yang kian berat ini, Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (APKONIK) mencoba merumuskan sejumlah langkah taktis. Ketua Umum APKONIK, Deny Irawan, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan pangsa pasar yang masih dimiliki oleh produsen lokal. Untuk mewujudkan hal tersebut, pelaku usaha didorong untuk melakukan langkah-langkah efisiensi yang agresif di segala lini. Penghematan dan penekanan biaya produksi menjadi kunci agar produk lokal tetap memiliki nilai jual yang rasional di mata konsumen yang kini semakin sensitif terhadap harga.








