Presiden Prabowo Subianto dipastikan berhalangan hadir dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 yang diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Agenda keagamaan nasional yang digelar pada Sabtu (1/8/2026) malam tersebut dilaksanakan secara khusus dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Ketidakhadiran kepala negara ini cukup menyita perhatian publik karena sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memang telah dijadwalkan secara resmi untuk menghadiri rangkaian acara zikir bersama tersebut.
Meskipun Presiden berhalangan hadir secara langsung, jalannya acara tetap berlangsung khidmat dengan kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir secara langsung menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo kepada seluruh jemaah dan tokoh masyarakat yang berkumpul di kawasan Monas. Kehadiran Menteri Agama ini sekaligus menjadi representasi pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan yang ditujukan demi keselamatan bangsa dan negara tersebut.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Terkait alasan ketidakhadiran Presiden, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan penjelasan resmi di hadapan para peserta zikir. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak dapat menghadiri acara secara fisik karena sedang mengemban tugas kenegaraan yang sangat penting dan tidak dapat ditinggalkan. Namun demikian, pihak kementerian maupun penyelenggara tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai detail tugas kenegaraan spesifik atau agenda penting apa yang sedang dilaksanakan oleh Presiden pada malam tersebut.
Kendati tidak dihadiri langsung oleh kepala negara, antusiasme masyarakat untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan ini tetap sangat tinggi. Berdasarkan perkiraan yang dirilis oleh pihak kepolisian, acara ini dihadiri oleh sekitar 100.000 peserta yang memenuhi area Monumen Nasional. Para peserta yang hadir dalam doa bersama ini berasal dari berbagai wilayah. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengonfirmasi bahwa jemaah yang memadati Monas malam itu datang dari berbagai daerah, termasuk dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Banten.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah massa dan menjaga situasi agar tetap kondusif, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menerapkan skema pengamanan yang ketat. Sebanyak 1.263 personel gabungan dikerahkan dan disebar di berbagai titik strategis di sekitar kawasan Monas. Pengamanan terpadu ini difokuskan untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Jakarta Pusat serta memastikan seluruh rangkaian acara menyambut HUT ke-81 RI ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai dari awal hingga selesai.






