apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pramono Anung Soroti Ketimpangan Kaya dan Miskin serta Rasio Gini sebagai Masalah Utama Jakarta

Nyaring AranDiterbitkan 10 Agu 2026 - 05.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pramono Anung Soroti Ketimpangan Kaya dan Miskin serta Rasio Gini sebagai Masalah Utama Jakarta
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyoroti tantangan sosial dan ekonomi yang sedang dihadapi oleh wilayah yang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan oleh Pramono Anung saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara keagamaan yang bertajuk "Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan". Kegiatan penting ini diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (9/8/2026). Di hadapan para hadirin yang berkumpul di masjid terbesar di ibu kota tersebut, Gubernur DKI Jakarta memanfaatkan momentum ini untuk merefleksikan kondisi nyata yang terjadi di tengah masyarakat Jakarta saat ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Dalam penyampaiannya di Masjid Istiqlal, Pramono Anung menegaskan bahwa ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin masih menjadi salah satu problem utama yang dihadapi oleh DKI Jakarta. Menurut penjelasan Gubernur DKI Jakarta tersebut, permasalahan mendasar yang membayangi kota ini berpusat pada dua hal utama, yaitu apa yang disebut dengan rasio gini (gini ratio) dan keberadaan masyarakat miskin. Masalah kesenjangan sosial ekonomi ini dinilai memerlukan perhatian serius karena secara langsung memengaruhi keadilan sosial bagi seluruh warga yang tinggal di Jakarta.

Pramono Anung kemudian memaparkan data konkret terkait kondisi kesenjangan tersebut dengan menyinggung angka rasio gini DKI Jakarta yang saat ini telah mencapai angka 0,422. Angka ini menjadi indikator penting yang menunjukkan potret distribusi kesejahteraan di Jakarta. Secara definisi, rasio gini merupakan sebuah indikator statistik yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran penduduk di suatu wilayah tertentu. Melalui angka 0,422 ini, tergambar seberapa lebar jarak ekonomi yang memisahkan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dengan kelompok berpenghasilan rendah.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai angka tersebut, perlu diketahui bahwa nilai dari indikator rasio gini ini berkisar antara skala 0 hingga 1. Nilai 0 menunjukkan adanya pemerataan yang sempurna dalam hal distribusi pendapatan atau pengeluaran di antara penduduk. Sebaliknya, nilai 1 menunjukkan kondisi ketimpangan yang sempurna, di mana seluruh pendapatan hanya dikuasai oleh satu pihak atau sebagian kecil kelompok saja. Dengan angka rasio gini Jakarta yang berada pada posisi 0,422, hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di ibu kota berada pada tingkat yang memerlukan penanganan agar tidak semakin mendekati angka ketimpangan sempurna.

Selain masalah internal mengenai kesenjangan antara orang kaya dan miskin di dalam kota, Pramono Anung juga memaparkan beban besar yang harus ditanggung oleh Jakarta akibat wilayah di sekelilingnya. Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa saat ini ada hampir 40 juta orang yang menggantungkan kehidupan mereka dari Jakarta. Besarnya jumlah masyarakat yang bergantung pada kota ini tidak lepas dari adanya kawasan aglomerasi yang terbentuk di sekitar ibu kota. Karena Jakarta menjadi sumber utama dari perputaran ekonomi dan aktivitas di wilayah aglomerasi tersebut, jutaan orang dari luar Jakarta pun ikut mengandalkan kota ini untuk mencari nafkah.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Secara keseluruhan, pemaparan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan besar Jakarta. Masalah ketimpangan sosial ekonomi yang ditunjukkan oleh rasio gini sebesar 0,422, ditambah dengan tingginya tingkat kemiskinan, menjadi pekerjaan rumah yang nyata. Ditambah lagi dengan fakta bahwa hampir 40 juta jiwa menggantungkan hidup mereka pada Jakarta sebagai pusat aglomerasi, pemerintah daerah DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung dihadapkan pada tugas berat untuk menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih baik bagi semua pihak.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungDKI JakartaRasio Gini

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026