Hari Senin selalu membawa ritme tersendiri bagi masyarakat urban, dan untuk warga DKI Jakarta, awal pekan pada tanggal 27 Juli ini disambut oleh selimut awan yang cukup tebal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data pengamatan terbaru yang menunjukkan bahwa wilayah ibu kota akan didominasi oleh cuaca berawan sepanjang hari. Kendati demikian, kondisi langit yang meredup ini tidak serta-merta menurunkan suhu udara. BMKG memproyeksikan merkuri termometer di Jakarta akan bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar, mulai dari suhu minimum 23 derajat Celsius pada malam hari hingga mencapai puncaknya di angka 35 derajat Celsius saat siang hari. Selisih suhu yang kontras ini menandakan bahwa meskipun matahari terhalang awan, hawa gerah tetap akan membayangi aktivitas warga Jakarta.
Bergeser dari wilayah ibu kota, atmosfer yang sangat berbeda justru menanti masyarakat di beberapa kota metropolitan lainnya di Pulau Jawa. Ketika Jakarta harus bergelut dengan kelembapan udara yang berawan, Surabaya dan Semarang justru dilaporkan akan menikmati sinar matahari penuh. Pihak BMKG memperkirakan kedua kota besar ini akan mengalami cuaca cerah tanpa hambatan awan yang berarti. Kondisi serupa yang melimpah dengan cahaya matahari juga terdeteksi di bagian timur Nusantara. Kota Makassar diprediksi akan diselimuti cuaca cerah sepanjang hari, memberikan energi positif bagi perputaran roda ekonomi di Sulawesi Selatan sejak pagi hari.








