Peristiwa dugaan pencurian telepon genggam menimpa seorang jurnalis bernama Aryodamar saat dirinya tengah menjalankan tugas peliputan dalam acara Zikir & Doa Kebangsaan. Insiden kehilangan tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), wilayah Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (1/8). Acara berskala besar ini dihadiri oleh ribuan peserta lintas agama yang berdatangan dari berbagai daerah, dan berlangsung sejak waktu sore hari hingga malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat itu, Aryodamar bersama dengan dua orang jurnalis lainnya berencana untuk berpindah posisi dari lokasi berlangsungnya acara menuju ke arah tenda media. Langkah ini diambil oleh mereka karena mereka sedang berupaya mencari sinyal jaringan telekomunikasi yang lebih kuat untuk mengirimkan laporan berita. Namun, dalam proses perpindahan tersebut, situasi di lapangan cukup padat sehingga mereka harus mencari akses jalan keluar yang tepat.
Ketika sedang berupaya mencari akses jalan keluar di tengah kerumunan tersebut, Aryodamar merasakan adanya kontak fisik berupa senggolan dari seseorang yang tidak dikenal. Tidak berselang lama setelah momen senggolan tersebut, ia langsung menyadari bahwa telepon genggam jenis iPhone 13 miliknya telah raib dari tempat penyimpanannya. Diduga kuat, ponsel tersebut telah diambil oleh pelaku pencopetan yang memanfaatkan kelengahan korban di tengah keramaian massa.
Ada 64 Hotspot Karhutla di Sumut, Paling Banyak di Karo

Sesaat setelah menyadari bahwa gawai miliknya hilang, Aryodamar segera mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian yang tengah berjaga di sekitar kawasan Monas. Dari laporan tersebut, diketahui bahwa insiden kehilangan barang berharga tidak hanya menimpa sang jurnalis. Setidaknya ada tiga orang lain di lokasi yang sama yang juga melaporkan kehilangan barang-barang pribadi mereka, seperti dompet dan telepon genggam, dalam kurun waktu pelaksanaan acara tersebut.
Guna memproses kejadian kehilangan ini secara hukum, para korban yang terdiri dari Aryodamar beserta tiga warga lainnya kemudian dibawa oleh petugas kepolisian dengan menggunakan satu unit mobil operasional menuju ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir. Setibanya di kantor polisi tersebut, para korban langsung diarahkan untuk membuat laporan kepolisian secara resmi agar penyelidikan atas kasus dugaan pencurian ini dapat segera dimulai oleh pihak berwenang.
September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC dan Water Bombing Dimaksimalkan

Kapolsek Gambir AKBP Agus Ady Wijaya mengonfirmasi bahwa pihaknya kini telah menerima laporan resmi dari jurnalis Aryodamar serta para korban lainnya yang kehilangan barang berharga di lokasi tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti laporan kehilangan ini dengan melakukan proses penyelidikan lebih mendalam guna mengungkap pelaku kejahatan tersebut. AKBP Agus Ady Wijaya menegaskan bahwa jajarannya akan mengusut tuntas kasus dugaan pencopetan ini dan berupaya keras mengejar pelaku yang telah merugikan para pengunjung di tengah berlangsungnya acara keagamaan tersebut.






