Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan tanggapan resmi terkait fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal yang belakangan ini menjadi viral di media sosial. Pemasangan pagar tinggi tersebut diketahui terjadi di beberapa mal yang berlokasi di wilayah DKI Jakarta serta Kota Surabaya, Jawa Timur. Langkah pengelola pusat perbelanjaan ini sempat memicu perhatian publik dan berbagai spekulasi mengenai kondisi keamanan di kedua kota besar tersebut, sehingga pihak kepolisian merasa perlu memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan situasi yang berkembang.
Menyikapi viralnya isu tersebut, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Fadil Imran memberikan pernyataan guna memberikan ketenangan kepada masyarakat luas. Berdasarkan data resmi yang dimiliki oleh pihak kepolisian, Fadil Imran menyatakan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini masih berada dalam keadaan yang sangat kondusif. Dengan demikian, situasi di lapangan dipastikan tetap terkendali dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk merasa khawatir secara berlebihan terkait keamanan di lingkungan sekitar mereka.
Fadil Imran memaparkan lebih lanjut bahwa pemantauan situasi keamanan terus dilakukan secara berkala. Berdasarkan data dari Daily Operating Reporting System (DORS) yang dikelola oleh Polri, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kejadian atau hal-hal menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Oleh karena itu, Fadil Imran mengimbau dan menyarankan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah termakan atau terpengaruh oleh isu-isu mengenai potensi gangguan kamtibmas yang mencemaskan serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Terkait kesiapan aparat, Fadil Imran menegaskan bahwa kepolisian selalu siap siaga dalam menjaga situasi keamanan di ruang publik. Pihak kepolisian tidak menerapkan langkah antisipasi khusus untuk momen-momen tertentu karena kesiapsiagaan tersebut sudah menjadi tugas rutin sehari-hari. Seluruh kekuatan kepolisian, termasuk personel Brigade Mobil (Brimob) dan Sabhara, selalu disiagakan setiap hari tanpa henti untuk memastikan aktivitas masyarakat di berbagai wilayah tetap berjalan dengan aman dan tertib.
Di sisi lain, langkah penertiban juga tengah direncanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait fenomena ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rencana untuk menertibkan pemasangan pagar-pagar tinggi yang ada di sejumlah mal serta kawasan perkantoran di wilayahnya. Pramono Anung menilai bahwa keberadaan pagar pembatas yang terlalu tinggi tersebut justru dapat menciptakan persepsi negatif di mata publik, karena memberikan kesan seolah-olah wilayah Jakarta sedang berada dalam kondisi yang tidak aman untuk dikunjungi.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Secara pribadi, Pramono Anung mengungkapkan keinginannya yang kuat agar Jakarta senantiasa menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya maupun pendatang. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada hasil koordinasi yang telah dilakukannya dengan aparat keamanan serta aparat penegak hukum di berbagai sektor. Berdasarkan koordinasi menyeluruh tersebut, Pramono Anung meyakini bahwa kondisi Jakarta saat ini aman-aman saja, sehingga pemasangan pagar tinggi yang berlebihan dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.






