Media sosial sering kali menjadi bahan bakar yang berbahaya ketika sebuah konflik pecah di tengah masyarakat perkotaan. Peristiwa bentrokan berdarah yang meletus di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pertikaian lokal dapat dengan cepat dibumbui kabar bohong yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas. Di tengah kepanikan publik, aparat kepolisian langsung bergerak cepat untuk meluruskan desas-desus mengenai perusakan tempat ibadah yang sempat beredar liar di dunia maya.
Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa kabar mengenai adanya rumah ibadah yang dirusak dalam insiden tersebut sama sekali tidak benar. Pihak kepolisian telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi








