Penyelidikan kasus dugaan penculikan yang menimpa atlet golf Jesslyn Wijaya (34) kini resmi dihentikan oleh pihak kepolisian. Keputusan untuk menyetop penanganan perkara tersebut diambil setelah jajaran Polres Metro Jakarta Pusat tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa yang dilaporkan.
Penyelidikan ini sebelumnya ditangani secara langsung oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa keputusan penghentian penyelidikan diambil setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan saksi serta mengumpulkan berbagai bukti pendukung. Dari hasil rangkaian penyelidikan tersebut, polisi menyimpulkan bahwa kepergian Jesslyn ke luar negeri sama sekali bukan merupakan peristiwa penculikan.
Polisi juga telah memastikan kondisi terkini dari Jesslyn Wijaya. Pemeriksaan terhadap atlet golf berusia 34 tahun tersebut dilakukan oleh penyidik secara virtual melalui aplikasi Zoom pada pekan lalu. Melalui pemeriksaan jarak jauh itu, polisi mengonfirmasi langsung bahwa Jesslyn saat ini berada dalam keadaan yang baik dan sehat. Kepada penyidik, Jesslyn juga menegaskan bahwa dirinya berangkat menuju ke luar negeri atas kemauan sendiri, tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak mana pun.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, Jesslyn saat ini diketahui berada di Bangkok, Thailand. Di kota tersebut, Jesslyn tidak sendirian melainkan sedang bersama dengan ibu dan tantenya. Keberadaan Jesslyn di luar negeri juga diperkuat oleh temuan penyidik mengenai manifest penerbangan. Dokumen penerbangan tersebut menunjukkan riwayat perjalanan Jesslyn yang terbang menuju ke Malaysia sebelum akhirnya berada di Thailand.
Kasus yang sempat memicu perhatian ini awalnya bermula dari laporan yang dilayangkan oleh seorang pelapor. Dalam laporannya, pelapor mengklaim bahwa Jesslyn Wijaya diculik ketika sedang menghadiri sebuah acara perayaan ulang tahun keluarga. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di salah satu restoran yang berada di kawasan Jakarta Pusat pada tanggal 13 Juli yang lalu. Pelapor menyebutkan bahwa ada orang-orang yang membawa Jesslyn pergi dari restoran tempat acara berlangsung.
Menindaklanjuti laporan dugaan penculikan itu, Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Salah satu langkah yang diambil penyidik adalah dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan CCTV dan keterangan sejumlah pihak, polisi menemukan fakta bahwa orang-orang yang membawa Jesslyn dari restoran tersebut ternyata merupakan orang-orang yang diperintahkan atau disuruh oleh ibu dari Jesslyn sendiri.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Dalam perjalanan kasus ini, pelapor sebenarnya telah mencabut laporan dugaan penculikan tersebut pada tanggal 19 Juli. Meskipun laporan telah resmi dicabut oleh pelapor, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat tidak serta-merta menghentikan langkah penyelidikan mereka. Polisi tetap memilih untuk melanjutkan penyelidikan demi memastikan kejelasan status hukum serta keselamatan dari Jesslyn.
Setelah seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan, termasuk dengan memverifikasi manifest penerbangan ke Malaysia dan Thailand serta melakukan wawancara langsung via Zoom dengan Jesslyn di Bangkok, polisi akhirnya memutuskan untuk menghentikan kasus ini secara total. Dengan tidak adanya unsur pidana yang ditemukan, drama dugaan penculikan terhadap atlet golf Jesslyn Wijaya dinyatakan selesai dan ditutup oleh pihak berwenang.






