apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan dan Pemaksaan Asusila Karyawan di Tangerang

Domu TobingDiterbitkan 7 Agu 2026 - 18.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Buru Pelaku Penganiayaan dan Pemaksaan Asusila Karyawan di Tangerang
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang tengah menangani kasus dugaan penganiayaan dan pemaksaan tindakan asusila yang menimpa seorang pria berinisial PG. Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Panongan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Korban PG dilaporkan mengalami tindakan kekerasan fisik hingga dipaksa melakukan tindakan masturbasi oleh rekan-rekan kerjanya. Kasus ini kini menjadi perhatian serius dari aparat kepolisian setempat yang sedang berupaya keras untuk mengungkap seluruh kejadian secara terang benderang.

Setelah kejadian tersebut, PG segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan guna memulihkan kondisinya. Selain menerima perawatan dari pihak rumah sakit, korban PG juga telah dimintai keterangan secara langsung oleh pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan. Keterangan dari korban menjadi petunjuk awal yang sangat penting bagi penyidik Polresta Tangerang untuk menelusuri kronologi kejadian secara lengkap serta mengidentifikasi siapa saja pihak yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Penyelidikan kepolisian menunjukkan bahwa korban PG baru bekerja selama empat hari di tempat usaha tersebut sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Pada awalnya, tempat kerja tersebut diduga merupakan sebuah koperasi simpan pinjam atau yang biasa disebut oleh masyarakat sekitar sebagai bank keliling. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap fakta bahwa tempat usaha tersebut bukanlah sebuah koperasi resmi. Para terduga pelaku diketahui menjalankan bisnis peminjaman uang secara pribadi kepada orang-orang dengan menerapkan sistem bunga, bukan beroperasi sebagai sebuah lembaga koperasi.

Baca Juga

KPK Bakal Panggil Kepala Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Temuan Uang Dolar Singapura

KPK Bakal Panggil Kepala Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Temuan Uang Dolar Singapura

Menurut penjelasan dari kuasa hukum korban, Risman Harefa, peristiwa kekerasan ini terjadi pada hari Selasa (28/7). Kronologi kejadian bermula ketika PG memutuskan untuk menemui bosnya di tempat kerja tersebut. Tujuan kedatangan PG hari itu adalah untuk menyatakan keinginannya mengundurkan diri dari pekerjaannya yang baru berjalan selama empat hari tersebut. Namun, keputusan PG untuk keluar dari pekerjaannya tidak langsung diterima dengan baik oleh sang bos. Bos tersebut justru menahan PG di lokasi dan memintanya untuk menunggu kedatangan karyawan-karyawan lain yang sedang berada di luar.

Selama masa penahanan tersebut, bos korban bersama orang-orang yang ada di lokasi mulai mengonsumsi minuman keras. Situasi kemudian berujung pada tindakan kekerasan ketika rekan-rekan kerja PG lainnya tiba di lokasi. PG diduga mengalami penganiayaan fisik dan juga dipaksa untuk melakukan tindakan masturbasi oleh rekan-rekan kerjanya tersebut karena ia berniat untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya. Tindakan tersebut menimbulkan dampak buruk bagi korban, yang kemudian berujung pada pelaporan kasus ini kepada pihak kepolisian dan pendampingan hukum oleh Risman Harefa selaku kuasa hukum korban.

Baca Juga

Sepuluh Tenaga Kesehatan Masuk Radar Penyelidikan KKI Usai Diduga Cibir Pasien BPJS di Media Sosial

Sepuluh Tenaga Kesehatan Masuk Radar Penyelidikan KKI Usai Diduga Cibir Pasien BPJS di Media Sosial

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Septa Badoyo, memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus ini. Pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Saat ini, tim penyidik masih terus melanjutkan penyelidikan mendalam untuk melacak keberadaan para pelaku yang dilaporkan berjumlah lebih dari dua orang. Kompol Septa Badoyo menegaskan bahwa jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang kini statusnya masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PenganiayaankriminalPolresta TangerangPanongan

Berita Terbaru Lainnya

Ambisi Pertumbuhan Ekonomi Vietnam dan Risiko Kerentanan Sektor PerbankanPentagon Siapkan Strategi Nuklir Baru Hadapi Potensi Perang Lawan Rusia dan ChinaAntisipasi Invasi, Taiwan Gelar Latihan Militer Terbesar Han KuangKPK Bakal Panggil Kepala Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Temuan Uang Dolar SingapuraSepuluh Tenaga Kesehatan Masuk Radar Penyelidikan KKI Usai Diduga Cibir Pasien BPJS di Media SosialHasan Nasbi Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Soroti Dinamika Komunikasi PublikLonjakan Impor Barang Konsumsi dan Tantangan Industri Manufaktur DomestikKementerian Pertanian Sebut Kerugian Masyarakat Akibat Mafia Beras Tembus Rp 100 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap