PT Permodalan Nasional Madani (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai PNM, bergerak cepat untuk melakukan proses inventarisasi dan memantau secara intensif kondisi dari para karyawan, keluarga karyawan, serta para nasabah yang menjadi korban terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur tersebut tercatat terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026. Guna memastikan seluruh proses pendataan berjalan dengan lancar, cepat, dan tepat sasaran, PNM melaksanakan proses pemantauan serta inventarisasi ini secara langsung melalui jaringan kerja regional milik PNM yang tersebar di daerah setempat. Langkah respons cepat ini sangat krusial untuk memetakan kondisi riil di lapangan pascabencana.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, memberikan penegasan mengenai prioritas utama perusahaan dalam menghadapi situasi darurat ini. Kindaris menyatakan bahwa dalam kondisi bencana alam seperti yang terjadi di Flores, faktor keselamatan manusia merupakan hal yang paling utama dan harus didahulukan di atas segala-galanya. Oleh karena itu, keselamatan para karyawan, keluarga mereka, serta para nasabah yang selama ini menjadi bagian dari PNM menjadi fokus perhatian utama dari manajemen perusahaan. Melalui kebijakan ini, PNM berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak yang terdampak gempa bumi mendapatkan perlindungan dan pemantauan kondisi yang memadai secara terus-menerus.
Rayakan HUT ke-81 RI, PTFI Serukan Semangat Bangkit Bersama dari Indonesia Timur

Sebagai bentuk kepedulian nyata dan penanganan awal terhadap para korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur, PNM juga telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak. Bantuan logistik yang disiapkan oleh PNM ini meliputi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok yang mendesak, seperti bahan makanan, air minum yang bersih dan layak konsumsi, hingga perlengkapan kebersihan untuk menjaga kesehatan para korban di pengungsian atau area terdampak. Penyaluran bantuan logistik ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan dapat diterima dengan baik oleh pihak-pihak yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan darurat tersebut, Kabupaten Manggarai telah ditetapkan dan menjadi titik lokasi pertama yang menerima bantuan logistik dari PNM. Penyaluran di Kabupaten Manggarai ini menjadi langkah awal dari rangkaian aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh PNM di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi tanggal 15 Agustus 2026 tersebut. Dengan dimulainya penyaluran di Kabupaten Manggarai, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, baik dari kalangan internal karyawan maupun nasabah PNM, dapat segera terpenuhi untuk meminimalisasi dampak buruk pascabencana.
Pelabuhan Pelindo di NTT Berangsur Normal, Pemulihan Maumere Dipercepat

Setelah prioritas terhadap keselamatan jiwa serta pemenuhan kebutuhan dasar berupa logistik darurat seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebersihan bagi para korban telah berhasil diatasi dengan baik, PNM akan melanjutkan langkah penanganan ke tahap berikutnya. PNM memiliki komitmen untuk memfokuskan perhatian pada proses pemulihan ekonomi para korban terdampak. Fokus berikutnya dari PNM adalah membantu keluarga serta para pelaku usaha ultra mikro agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kegiatan operasional usaha mereka seperti sedia kala. Upaya pemulihan ini sangat penting agar roda perekonomian keluarga dan pelaku usaha ultra mikro di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur dapat kembali berputar setelah mengalami guncangan akibat bencana gempa bumi.






