apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Pilihan Sulit Donald Trump Setelah Enam Bulan Perang Melawan Iran

Andi TobanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 09.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pilihan Sulit Donald Trump Setelah Enam Bulan Perang Melawan Iran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini telah memasuki bulan keenam sejak AS bersama Israel meluncurkan serangan perdana ke negara tersebut pada 28 Februari lalu. Dalam situasi yang kian buntu ini, Presiden AS Donald Trump dilaporkan menghadapi dilema berat dengan pilihan-pilihan kebijakan yang serbaposisional dan sulit untuk dieksekusi tanpa konsekuensi besar.

Pilihan pertama yang berada di meja Trump adalah menerima kesepakatan sementara yang saat ini sedang dinegosiasikan oleh Iran dan Oman. Jika kesepakatan ini disetujui, Teheran berpotensi mendapatkan kendali atas

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Selat Hormuz
. Berdasarkan rancangan kesepakatan yang tengah dibahas, Iran akan diberikan sebagian kendali atas kapal-kapal yang memasuki wilayah Teluk melalui selat strategis tersebut. Langkah ini tentu menjadi pertaruhan besar bagi pasokan energi global, mengingat Iran menguasai hampir seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair dunia yang melintasi kawasan Selat Hormuz.

Namun, opsi kompromi ini bertentangan langsung dengan sikap tegas jajaran pemerintahannya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya telah menegaskan posisi Washington bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur perairan internasional yang terbuka. Rubio menyatakan wilayah tersebut wajib bebas dari segala bentuk pungutan maupun biaya apa pun. Ketegangan diplomatik ini juga dibayangi oleh kegagalan nota kesepahaman yang sempat ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada Juni lalu, yang dengan cepat runtuh sebelum sempat membuahkan hasil jangka panjang.

Baca Juga

Presiden Taiwan Dievakuasi dengan Kendaraan Lapis Baja dalam Simulasi Perang

Presiden Taiwan Dievakuasi dengan Kendaraan Lapis Baja dalam Simulasi Perang

Di sisi lain, Trump memiliki pilihan kedua, yaitu merealisasikan ancamannya untuk meningkatkan intensitas serangan militer terhadap Iran. Kendati demikian, langkah agresif ini membawa risiko besar karena dapat memicu krisis regional yang jauh lebih panjang dan tidak menentu. Sebagai alternatif tengah, pilihan ketiga Trump adalah mempertahankan status quo. Pilihan ini berarti AS akan tetap memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan sesekali melakukan aksi balasan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Posisi dilematis ini kian rumit akibat janji politik dalam negeri Trump sendiri. Ia memenangkan masa jabatan keduanya di Gedung Putih dengan janji kampanye untuk menghindari intervensi militer di luar negeri dan lebih berfokus pada pemulihan ekonomi rakyat Amerika Serikat. Dalam sebuah acara kampanye di Las Vegas, Trump sempat menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk membuat kesepakatan damai karena tidak ingin membunuh orang. Trump bahkan mengonfirmasi telah membatalkan satu rencana serangan besar baru setelah para mitra AS di Timur Tengah meminta agar jalur diplomasi diberikan kesempatan lagi.

Baca Juga

Abaikan Putusan Mahkamah Agung, Donald Trump Teken Aturan Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga Asing

Abaikan Putusan Mahkamah Agung, Donald Trump Teken Aturan Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga Asing

Di tengah berbagai spekulasi mengenai kesiapan militer AS, Trump secara tegas membantah klaim yang menyebut negaranya sedang mengalami kekurangan persenjataan. Namun, ruang gerak AS tetap terbatas oleh ancaman balasan dari Teheran. Iran telah memperingatkan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk bahwa setiap serangan baru dari Washington akan langsung dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi milik negara-negara sekutu tersebut. Situasi ini pun mendapat sorotan dari sejumlah pengamat, termasuk mantan negosiator Timur Tengah Aaron David Miller yang pernah bekerja untuk pemerintahan Partai Demokrat maupun Partai Republik, mantan pejabat intelijen AS untuk Timur Tengah Jonathan Panikoff, serta Behnam Ben Taleblu dari lembaga kajian Foundation for the Defense of Democracies yang berbasis di Washington.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika SerikatSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Jejak Digital Ponsel Ungkap Sisi Lain Tersangka Mutilasi di DepokBuntut Cemoohan Terhadap Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Nonaktifkan Oknum PPDSPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai, Solusi Atasi Kemacetan di Bogor SelatanPemkot dan DPRD Kota Bogor Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga RentanDPRD Kota Bogor Apresiasi Pelatihan Tepung Mocaf IPB University untuk Pemberdayaan PerempuanPresiden Taiwan Dievakuasi dengan Kendaraan Lapis Baja dalam Simulasi PerangAbaikan Putusan Mahkamah Agung, Donald Trump Teken Aturan Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga AsingPenampakan Danau Raksasa Mengering, Tanda Petaka Kian Nyata

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap