Sebuah selebrasi yang seharusnya menutup ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 dengan manis justru berujung petaka di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Kegembiraan penonton seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika tribun VIP nonpermanen mendadak ambruk pada Minggu siang, 26 Juli 2026. Insiden tragis ini mengakibatkan sekitar 90 orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke berbagai rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Penyelidikan awal kepolisian mengungkap bahwa robohnya struktur penyangga tribun dipicu oleh pergerakan massa yang tidak merata. Peristiwa bermula saat para drifter melakukan selebrasi setelah balapan selesai dengan melemparkan kaus ke arah penonton di area VIP. Antusiasme penonton yang berebut kaus tersebut memicu desak-desakan di satu titik. Akibatnya, beban tribun berkapasitas sekitar 250 orang itu menjadi tidak seimbang, hingga akhirnya bergeser, bergoyang, lalu roboh. Padahal, sehari sebelumnya, fasilitas penonton tersebut digunakan tanpa kendala berarti.
Ada 64 Hotspot Karhutla di Sumut, Paling Banyak di Karo

Menyikapi kejadian ini, Polresta Banyumas bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P Silalahi, menyatakan pihaknya telah memeriksa sedikitnya sepuluh orang saksi yang terdiri dari pihak penyelenggara, panitia pengamanan, pekerja konstruksi tribun, hingga pimpinan lomba. Polisi kini tengah mendalami apakah ada unsur kelalaian dalam insiden ini untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyumas memprioritaskan penanganan medis bagi seluruh korban. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama kepolisian telah membagi tugas ke dalam dua tim khusus. Tim pertama berfokus pada penyelidikan penyebab kecelakaan, sementara tim kedua berkonsentrasi penuh pada pemulihan para korban. Para korban yang mengalami luka ringan, patah tulang, hingga syok kini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RST Wijayakusuma dan RSUD Banyumas. Salah satu korban yang mendapat perhatian khusus adalah seorang ibu hamil usia delapan bulan, yang beruntung kondisi dirinya beserta janin dinyatakan aman oleh tim dokter.
September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC dan Water Bombing Dimaksimalkan

Sadewo bersama pihak penyelenggara yang dinilai kooperatif juga telah mendatangi langsung para korban di berbagai rumah sakit untuk memastikan tanggung jawab penanganan medis terpenuhi. Tragedi ini menjadi catatan penting bagi dunia olahraga otomotif tanah air mengenai pentingnya standar keselamatan infrastruktur penonton. Meskipun koordinasi dan pengecekan lokasi telah dilakukan sebelum acara dimulai, insiden ini membuktikan bahwa dinamika pergerakan massa di lapangan memerlukan mitigasi risiko yang jauh lebih ketat demi mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.






