Sebuah kecelakaan udara tragis menimpa penerbangan wisata di wilayah Peru bagian selatan. Sebuah pesawat wisata berukuran kecil dilaporkan jatuh di dekat situs arkeologi terkenal, Nazca Lines, pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026 waktu setempat. Insiden mematikan ini mengakibatkan seluruh penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian tanpa ada yang selamat.
Berdasarkan laporan resmi, terdapat total 13 orang di dalam pesawat naas tersebut saat kecelakaan terjadi. Seluruh korban dilaporkan tewas, yang terdiri atas 11 orang wisatawan mancanegara serta dua orang awak pesawat yang sedang bertugas. Pihak berwenang setempat telah merinci kewarganegaraan dari para turis asing yang menjadi korban dalam peristiwa memilukan ini. Rincian korban turis asing tersebut meliputi tujuh orang warga negara Italia, dua orang warga negara Jerman, dan dua orang warga negara Spanyol.
Pesawat yang mengalami kecelakaan tragis tersebut diketahui merupakan milik dari maskapai penerbangan Aerodiana. Sebelum jatuh ke tanah, pesawat ini dilaporkan baru saja lepas landas dari Bandara Nazca. Penerbangan tersebut awalnya dijadwalkan sebagai penerbangan wisata udara (sightseeing flight) singkat yang bertujuan untuk membawa para turis melintasi dan melihat keindahan kawasan bersejarah Nazca Lines dari ketinggian. Namun, perjalanan wisata tersebut berakhir dengan bencana sesaat setelah pesawat meninggalkan landasan pacu.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Nazca Lines, tempat di dekat jatuhnya pesawat tersebut, merupakan salah satu situs warisan dunia yang sangat populer dan legendaris di Peru. Terletak di hamparan gurun Peru bagian selatan, situs arkeologi ini sangat terkenal dengan geoglif raksasanya yang membentuk gambar hewan, tumbuhan, serta berbagai pola geometris unik yang terukir di atas tanah gurun. Daya tarik sejarah dan arkeologi yang luar biasa ini mampu menarik perhatian dunia, dengan mendatangkan sekitar 100.000 wisatawan dari berbagai negara setiap tahunnya. Secara administratif, wilayah jatuhnya pesawat ini berada di dekat kawasan yang dipimpin oleh Wali Kota Distrik Vista Alegre, Roger Sarmiento.
Menanggapi tragedi mematikan ini, Presiden Peru yang baru saja resmi menjabat pada pekan ini, Keiko Fujimori, langsung menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Selain menyampaikan bela sungkawa, pemerintah Peru juga segera mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Otoritas terkait telah diinstruksikan untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap secara pasti apa yang menjadi penyebab utama di balik jatuhnya pesawat milik maskapai Aerodiana ini.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Hingga saat ini, penyebab jatuhnya pesawat sesaat setelah lepas landas dari Bandara Nazca tersebut masih diselimuti ketidakpastian. Informasi mendetail mengenai kendala teknis pada mesin pesawat, kondisi cuaca di sekitar lokasi pada saat kejadian, maupun kronologi komunikasi terakhir antara pilot dan petugas menara pengawas bandara masih belum dirilis ke publik. Pemerintah Peru mengimbau agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi yang sedang berjalan untuk mendapatkan kepastian mengenai faktor penyebab kecelakaan ini.






