apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Pertarungan Sengit Menuju Pucuk PBB, Siapa Pengganti Guterres?

Usat NgajiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 08.23 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertarungan Sengit Menuju Pucuk PBB, Siapa Pengganti Guterres?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Perburuan kursi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memasuki babak paling menentukan. Sejumlah diplomat dan pengamat menilai persaingan kali ini amat ketat dan nyaris tanpa kandidat dominan yang bisa dipastikan melenggang mulus. Fragmentasi suara lima kekuatan besar dunia membuat arah dukungan belum juga jelas, sehingga peta kekuatan masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Arena sesungguhnya bukan terletak di aula Majelis Umum, melainkan di balik pintu tertutup Dewan Keamanan. Sebelum namanya dilayangkan ke forum 193 negara, setiap calon wajib meraup minimal sembilan suara dari 15 anggota DK PBB. Namun batu sandungan terberat bukan sekadar angka. Sebuah veto dari satu saja anggota tetap—Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, atau Rusia—cukup untuk menggugurkan pencalonan. Di sinilah tarik-menarik geopolitik mencapai puncaknya, karena setiap negara pemegang hak istimewa itu membawa agenda sendiri.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Tradisi tak tertulis menyebutkan bahwa giliran kawasan kini seharusnya jatuh kepada Amerika Latin. Meski begitu, panggung justru diramaikan oleh nama yang tidak berasal dari benua tersebut, sekaligus memperlihatkan bahwa faktor merit dan pengaruh personal ikut mengaburkan sekat rotasi regional. Salah satu nama yang paling santer disebut justru Rafael Grossi, diplomat Argentina yang kini mengepalai Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Pengalamannya di pusaran krisis nuklir Iran dan pengamanan pembangkit Zaporizhzhia di Ukraina menjadi modal besar, sementara keputusannya untuk tetap memimpin IAEA selama kampanye diyakini sebagai bentuk tanggung jawab. Grossi juga dikenal lantang menggulirkan gagasan reformasi agar Sekjen PBB kelak bersikap lebih langsung di lapangan.

Dari kawasan yang sama, Michelle Bachelet membawa warisan sebagai perempuan pertama yang memimpin Chili sekaligus mantan Komisaris Tinggi HAM PBB. Bertahan hidup dari penyiksaan rezim Pinochet memberinya kredensial moral yang diperhitungkan, namun dukungan Meksiko dan Brasil mesti berbenturan dengan kenyataan bahwa pemerintahan sayap kanan di Santiago mencabut restu. China juga disebut keberatan atas laporan Bachelet tentang Uighur, sementara Washington mengkritisi pandangannya soal aborsi. Sementara itu, María Fernanda Espinosa dari Ekuador mendorong pembenahan arsitektur PBB dengan sistem peringatan dini konflik, meski ironisnya ia diusung Antigua dan Barbuda, bukan negaranya sendiri. Rebeca Grynspan, mantan Wakil Presiden Kosta Rika yang kini memimpin UNCTAD, mengambil cuti demi fokus berkampanye. Putri penyintas Holocaust itu berhasil menengahi kesepakatan biji-bijian Laut Hitam antara Rusia dan Ukraina pada 2022, dan menilai PBB terlalu jumawa sebagai organisasi yang takut mengambil risiko. Di sisi lebih muda, Rhoda Boyce dari Guyana—kandidat termuda di usia 52 tahun—menekankan pengembalian kredibilitas PBB dan perluasan fokus ke pembangunan serta HAM, bukan semata keamanan.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Di luar lingkaran Amerika Latin, Macky Sall melangkah sebagai kejutan. Mantan Presiden Senegal itu diusulkan oleh Burundi selaku pemegang keketuaan Uni Afrika, dan akhirnya mendapat lampu hijau dari Dakar. Kendati mencoba menyodorkan benang merah antara perdamaian dan pembangunan, langkahnya dibayangi catatan kelam: otoritas Senegal menudingnya bertanggung jawab atas gelombang represi berdarah terhadap demonstrasi politik yang merenggut puluhan nyawa sepanjang 2021 hingga 2024. Faktor inilah yang akan diuji apakah komunitas internasional lebih memilih representasi regional atau standar kepemimpinan yang bersih. Di tengah pusaran veto dan tawar-menawar, pertarungan ini tidak hanya menentukan wajah baru PBB, melainkan juga arah moral lembaga global itu sendiri.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PBBSekjen PBBkandidat Sekjen PBBDewan Keamananhak vetoAmerika Latin

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap