Bagaimana kondisi pusat Kota Surabaya setelah Persebaya Surabaya sukses mengunci gelar juara Piala Presiden 2026 pada Kamis (7/8) malam? Jawabannya terpampang nyata di berbagai ruas jalan protokol yang seketika berubah menjadi lautan hijau. Ribuan pendukung fanatik Persebaya tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka merengkuh trofi bergengsi tersebut. Konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalur-jalur utama di Kota Pahlawan sejak malam hingga dini hari, menciptakan suasana perayaan yang begitu meriah dan penuh sukacita.
Aksi konvoi para suporter ini menyasar sejumlah kawasan penting di Surabaya. Kemeriahan pesta juara tersebut pecah di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Tunjungan, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Gubernur Suryo, hingga Jalan Pahlawan. Di antara titik-titik keramaian yang tersebar di penjuru kota, konsentrasi massa terbesar dilaporkan berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi. Di lokasi tersebut, para suporter berkumpul sembari menyanyikan yel-yel kemenangan serta mengibarkan bendera hijau khas klub kebanggaan mereka.
Keberhasilan Persebaya Surabaya dalam mengamankan takhta juara ini diraih melalui perjuangan yang sangat dramatis di lapangan. Pada laga final, mereka harus berhadapan dengan rival kuat, Persib Bandung. Setelah bermain imbang dengan skor 1-1 sepanjang waktu normal, penentuan pemenang terpaksa dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam drama adu penalti tersebut, Persebaya berhasil menundangkan Persib Bandung dengan skor akhir 6-5. Padahal, sebelum laga krusial ini bergulir, striker Persib Balsa Sekulic sempat menyatakan tekad yang sangat kuat untuk membawa timnya merebut gelar juara Piala Presiden 2026 saat menghadapi Persebaya. Namun, ketangguhan skuad asal Surabaya akhirnya mampu meredam ambisi tersebut.
Gagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN Cup

Kemenangan bersejarah ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi klub dan seluruh pendukungnya. Trofi ini tercatat sebagai gelar Piala Presiden pertama yang berhasil diraih oleh Persebaya Surabaya sejak turnamen pramusim nasional ini pertama kali diselenggarakan. Tidak hanya itu, keberhasilan merengkuh trofi pada tahun 2026 ini sekaligus mengakhiri puasa gelar juara yang telah berlangsung selama 22 tahun bagi klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Fakta inilah yang membuat luapan kegembiraan para pendukung begitu meledak-ledak di berbagai sudut kota.
Sebelum konvoi kemenangan memadati jalanan kota, sebagian besar suporter menyaksikan jalannya laga final melalui acara nonton bareng (nobar) yang digelar di beberapa titik. Dua lokasi utama yang menjadi pusat konsentrasi nobar di Surabaya adalah Mapolda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Di tempat-tempat tersebut, ribuan pasang mata menyaksikan perjuangan gigih para pemain di lapangan. Kesiapan mental tim Persebaya sendiri sebelumnya sempat ditegaskan oleh Francisco Rivera. Ia menyatakan bahwa Persebaya Surabaya dalam kondisi siap tempur menghadapi Persib Bandung di laga final, meskipun mereka hanya memiliki waktu persiapan yang tergolong sangat singkat.
BWF Rilis Kalender Turnamen Bulu Tangkis 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Ajang Bergengsi

Di luar aspek teknis pertandingan, turnamen Piala Presiden 2026 ini juga menarik perhatian publik karena pengelolaan administrasinya yang terbuka. Turnamen pramusim tahun ini menampilkan transparansi sponsor dengan nilai yang fantastis, yakni mencapai Rp70 miliar. Di samping itu, dinamika sepak bola di wilayah Jawa Timur juga terus bergeliat seiring dengan berakhirnya turnamen, salah satunya ditandai dengan bergabungnya penyerang asal Spanyol, Sergio Castel, yang secara resmi memperkuat Persik Kediri untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 mendatang.






