Turnamen pramusim sepak bola Piala Presiden 2026 memberikan kontribusi nyata bagi sektor perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Total perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penjualan berbagai produk UMKM di sepanjang turnamen ini dilaporkan telah berhasil menembus angka Rp1,5 miliar. Pencapaian yang cukup signifikan ini merupakan akumulasi dari seluruh transaksi penjualan yang tercatat sejak awal kompetisi hingga babak semifinal yang selesai diselenggarakan pada Selasa lalu.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengungkapkan rincian perputaran uang tersebut saat memberikan keterangan di Jakarta pada Rabu. Tsamara menjelaskan bahwa hasil penjualan produk UMKM pada turnamen edisi kali ini menunjukkan tren perkembangan yang sangat menggembirakan. Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya, angka perputaran ekonomi ini mengalami kenaikan hingga mencapai 27 persen dibandingkan dengan total penjualan pada turnamen Piala Presiden 2025.
Meskipun babak semifinal dan babak final dari turnamen pramusim ini diputuskan untuk diselenggarakan tanpa kehadiran penonton langsung di tribune, pihak panitia penyelenggara tetap memegang teguh komitmen awal mereka untuk melibatkan pelaku usaha lokal. Keputusan menggelar pertandingan tanpa penonton tidak menghentikan upaya panitia dalam memberdayakan UMKM. Terbukti, pada babak semifinal yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, terdapat sebanyak 25 tenant UMKM yang tetap diizinkan untuk beroperasi secara langsung di area sekitar stadion.
Gagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN Cup

Agar aktivitas perekonomian dari para pelaku usaha kecil tersebut tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi stadion yang sepi penonton, pihak penyelenggara menerapkan langkah strategis. Seluruh anggota dari panitia penyelenggara yang bertugas di lapangan diberikan arahan untuk membeli makanan, minuman, dan produk lainnya dari para pelaku UMKM yang membuka tenant di lokasi. Kebijakan ini diambil demi memastikan bahwa perputaran ekonomi para pedagang lokal tersebut tetap terjaga dengan baik dan mereka tetap mendapatkan pemasukan.
Jumlah tenant yang berpartisipasi pada babak semifinal di Bali ini memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan babak-babak awal turnamen yang berlangsung di kota lain. Pada fase sebelumnya, jumlah keterlibatan pelaku usaha lokal jauh lebih besar. Sebagai contoh, di Stadion Gelora Bung Tomo yang terletak di Surabaya, tercatat ada sebanyak 80 tenant UMKM yang ikut serta. Sementara itu, pada pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalan Harupat, Kabupaten Bandung, pihak panitia mencatat sebanyak 50 tenant UMKM yang berpartisipasi aktif menjajakan produk mereka.
BWF Rilis Kalender Turnamen Bulu Tangkis 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Ajang Bergengsi

Di samping transaksi yang terjadi di area stadion, gairah turnamen ini juga dirasakan di berbagai daerah lain melalui inisiatif dari para pendukung klub. Kelompok suporter sepak bola seperti Bonek dan Viking dilaporkan turut mengorganisasi acara nonton bareng di wilayah mereka masing-masing. Inisiatif nobar yang dilakukan oleh basis suporter tersebut secara tidak langsung ikut membantu menyebarkan dampak ekonomi turnamen di luar stadion utama, menjangkau komunitas lokal di tempat tinggal para suporter.
Kini, turnamen pramusim Piala Presiden 2026 akan segera memasuki partai puncak. Pertandingan perebutan tempat ketiga serta laga final dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (5/8) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Sisa pertandingan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha kecil yang terlibat hingga seluruh rangkaian turnamen resmi berakhir.






