Upacara pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 2026 menyisakan banyak cerita mendalam yang dipenuhi rasa haru. Salah satu kisah perjuangan yang menarik perhatian datang dari Jhosua Faitri Ick, seorang Purna Praja asal Papua Barat Daya. Ia menjadi bagian dari 1.204 Pamong Praja Muda yang resmi dilantik di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Momen kelulusan ini tidak hanya menjadi akhir dari masa pendidikan yang melelahkan, tetapi juga awal dari pengabdian baru bagi para lulusan baru tersebut.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk melantik langsung para lulusan IPDN tahun ini memberikan kesan emosional yang sangat mendalam bagi para wisudawan dan keluarga mereka yang hadir. Menurut penuturan Jhosua, pelantikan langsung oleh kepala negara merupakan momen yang sangat dinantikan dan langka dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebutkan bahwa selama beberapa tahun belakangan ini, lulusan IPDN belum pernah mendapatkan kesempatan untuk dilantik secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo dalam upacara tersebut tentu menambah rasa bangga dan haru bagi seluruh lulusan Angkatan 2026.
Hal senada juga diungkapkan oleh ayah Jhosua, Martinus Ick. Sang ayah mengenang bahwa pada upacara kelulusan di tahun-tahun sebelumnya, prosesi pelantikan pamong praja muda biasanya tidak dipimpin langsung oleh Presiden. Pada masa-masa lalu, pejabat yang melantik umumnya adalah seorang Menteri atau perwakilan pemerintah yang ditunjuk untuk menggantikan kepala negara. Oleh karena itu, kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto dalam melantik putra-putri terbaik bangsa ini menjadi catatan sejarah yang sangat disyukuri oleh keluarga besar para lulusan, termasuk keluarga Jhosua.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Perjalanan Jhosua untuk bisa mengenakan seragam dinas pamong praja tidaklah mudah dan instan. Martinus Ick menceritakan perjuangan panjang putranya yang harus melewati tahapan seleksi yang sangat ketat di daerah asalnya. Saat pertama kali mendaftar dan mengikuti seluruh rangkaian tes, Jhosua masih mewakili Provinsi Papua Barat. Proses seleksi tersebut dilaluinya sebelum wilayah pemekaran baru, yaitu Provinsi Papua Barat Daya, resmi terbentuk. Dari sekian banyak peserta yang bersaing ketat di wilayah Papua Barat, Jhosua berhasil menunjukkan kemampuannya dan terpilih sebagai salah satu dari 48 peserta yang dinyatakan lolos seleksi.
Setelah berhasil melewati seleksi ketat tersebut, Jhosua harus menjalani proses pendidikan di IPDN yang berlangsung selama empat tahun. Masa pendidikan empat tahun ini diakuinya cukup berat dan penuh tantangan fisik maupun mental. Namun, perjuangan itu akhirnya terbayar lunas saat pelantikan resmi digelar. Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting yang harus dipegang teguh oleh seluruh lulusan. Presiden menekankan bahwa sebagai lulusan pamong praja, mereka berkewajiban untuk melayani masyarakat tanpa memandang bulu, serta menjalankan tugas secara tulus dan sepenuh hati demi kemajuan bangsa.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Berbekal pesan dari Presiden Prabowo Subianto dan hasil gemblengan pendidikan selama empat tahun di IPDN, Jhosua kini bersiap mengabdikan diri di tengah masyarakat. Sebagai pemuda asal Papua Barat Daya, ia menaruh harapan besar agar ilmu dan pengalaman yang didapatnya dapat berguna untuk membangun daerah dan negaranya. Jhosua berharap langkah pengabdian yang akan dimulainya ini dapat berkontribusi nyata dalam membantu membangun Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.






