apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong hingga Puluhan Ribu Gerai

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 04.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perjalanan Djoko Susanto Membangun Alfamart dari Warung Kelontong hingga Puluhan Ribu Gerai
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perjalanan panjang bisnis ritel modern di Indonesia sering kali bermula dari langkah kecil yang tidak terduga. Salah satu kisah sukses yang paling menonjol datang dari pendiri jaringan ritel Alfamart, Djoko Susanto. Pria yang memiliki nama asli Kwok Kwie Fo ini kini sukses mendirikan Alfamart dengan puluhan ribu gerai yang tersebar di berbagai wilayah tanah air. Keberhasilan ini diraih melalui kerja keras sejak ia mulai terlibat dalam pengelolaan warung kelontong milik ibunya.

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia bisnis ritel berskala besar, Djoko Susanto sempat bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan perakitan radio. Ia kemudian memutuskan berhenti dan kembali membantu usaha keluarganya pada tahun 1996. Langkah ini membawanya kembali ke warung kelontong milik ibunya yang bernama Toko Sumber Bahagia. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting bagi dirinya untuk fokus mengembangkan bisnis perdagangan ritel.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Ketekunan Djoko dalam mengelola bisnis kelontong segera membuahkan hasil yang signifikan. Pada tahun 1987, ia telah berhasil memiliki 15 jaringan toko grosir dan terpilih sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar. Kesuksesan tersebut kemudian membuka jalan bagi pertemuan penting pada akhir tahun 1986 dengan Putera Sampoerna, yang saat itu menjabat sebagai bos PT HM Sampoerna. Pertemuan ini mengubah nasib Djoko secara total.

Baca Juga

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Ikuti Sekolah Rakyat pada 2027

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Ikuti Sekolah Rakyat pada 2027

Kerja sama dengan pihak Sampoerna memperkokoh posisi Djoko di industri distribusi. Ia dipercaya memegang posisi sebagai direktur penjualan PT Sampoerna serta menjabat sebagai direktur PT Panarmas yang bertindak sebagai distributor rokok Sampoerna. Kiprahnya semakin nyata saat ia turut serta dalam memasarkan produk baru, yakni Sampoerna A Mild, pada tahun 1989.

Langkah ekspansi berikutnya terjadi pada tahun 1989 ketika Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo. Perusahaan ini lahir setelah ia mengubah gudang milik Sampoerna yang berlokasi di Jalan Lodan Nomor 80. Dengan modal awal sebesar Rp 2 miliar, gudang tersebut disulap menjadi Toko Gudang Rabat. Dalam kepemilikan usaha ini, Putera Sampoerna memegang porsi saham sebesar 40 persen, sedangkan sisa kepemilikan saham dikuasai oleh Kwok Kwie Fo. Memasuki era 1990-an, Toko Gudang Rabat terus berkembang pesat hingga memiliki 32 gerai dan menjelma menjadi pesaing bagi Indomaret yang dikelola oleh Salim Group.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Perkembangan bisnis ritel ini terus berlanjut hingga mengalami transformasi identitas. Pada 18 Oktober 1999, nama usaha tersebut resmi berganti menjadi Alfa Minimart di bawah naungan PT Sumber Alfaria Triyaja dengan bangunan pertama yang berlokasi di Jalan Beringin Raya, Tangerang. Tidak butuh waktu lama bagi perusahaan untuk melangkah ke lantai bursa. Pada 18 Januari 2000, Alfa dinyatakan go public dengan nilai kapitalisasi pasar yang ditaksir mencapai 108,29 juta dolar AS. Baru pada tanggal 1 Januari 2003, nama Alfa Minimart secara resmi diubah menjadi Alfamart.

Kini, jaringan bisnis yang dirintis dari sebuah warung kelontong tersebut telah tumbuh menjadi raksasa ritel yang mendominasi pasar domestik. Grup Alfamart saat ini mengoperasikan lebih dari 23.000 toko. Jumlah gerai yang sangat besar ini juga mencakup toko-toko yang dikelola oleh anak usahanya, seperti Alfamidi dan Lawson. Transformasi dari penjaga warung kelontong hingga menjadi pemilik puluhan ribu gerai modern ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perkembangan industri ritel di Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BisnisRitel

Berita Terbaru Lainnya

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Ikuti Sekolah Rakyat pada 2027Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan KonfluensiIndonesia Takluk 0-3 dari Thailand di Leg 2 SEA V-Cup 2026Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Jorge Martin Juara di SilverstoneHasil Semifinal Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Lolos ke Grand FinalTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Tawarkan Diskon hingga 50% + 20%Danantara Perluas Akses Kepemilikan Rumah Pertama Lewat Danantara Housing Expo 2026Transaksi QRIS Capai Rp600,69 Triliun hingga Juni 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026