Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sejak sesi pra-pembukaan pada hari Senin, 24 Agustus 2026. Langkah suspensi ini diberlakukan oleh otoritas bursa hingga adanya pengumuman lebih lanjut. Menanggapi keputusan tersebut, manajemen emiten konstruksi BUMN ini segera memberikan penjelasan resmi mengenai situasi yang sedang dihadapi.
Penyebab Suspensi Saham ADHI
Keputusan BEI untuk menghentikan sementara perdagangan saham ADHI dipicu oleh kewajiban keuangan perseroan yang belum terpenuhi. Melalui keterangan dari Corporate Secretary ADHI, Siswanto, pihak manajemen menyatakan bahwa perusahaan belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga Obligasi III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 seri B & C.
Kewajiban pembayaran bunga obligasi tersebut jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2026. Adapun total nilai bunga obligasi yang belum dapat dibayarkan oleh perseroan mencapai Rp 60,8 miliar.
Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat untuk Genjot Produksi Emas

Upaya Melalui RUPO dan Rencana Pertemuan Berikutnya
Sebelum memasuki tanggal jatuh tempo pembayaran, ADHI sebenarnya telah berupaya mencari jalan keluar dengan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 6 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, ADHI mengajukan usulan perubahan dan/atau penundaan jadwal pembayaran untuk bunga ke-17, 18, dan 19 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022.
Meski demikian, usulan tersebut belum berhasil disepakati. Pertemuan RUPO pada awal Agustus tersebut tidak dapat menghasilkan keputusan karena jumlah kehadiran pemegang obligasi tidak mencapai kuorum persetujuan yang ditetapkan.
Menindaklanjuti hasil tersebut, manajemen ADHI kini tengah mempersiapkan koordinasi lanjutan dengan Wali Amanat serta para pemegang obligasi. Perseroan menjadwalkan pertemuan RUPO berikutnya pada 11 September 2026 untuk membahas langkah-langkah penyelesaian masalah ini.
Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Langkah Restrukturisasi dan Transformasi Perusahaan
Di tengah penundaan pembayaran bunga obligasi ini, manajemen ADHI menegaskan bahwa perseroan sedang menempuh proses restrukturisasi. Langkah strategis ini diambil demi menjaga kesinambungan kegiatan usaha perusahaan ke depan.
Selain restrukturisasi keuangan, ADHI juga sedang melaksanakan program transformasi untuk menyehatkan fundamental perusahaan. Upaya penyehatan ini mencakup beberapa program, di antaranya penguatan bisnis inti melalui divestasi, penataan ulang sektor keuangan, peningkatan efisiensi kerja, serta program penyehatan keuangan lainnya.






