apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat untuk Genjot Produksi Emas

Usat NgajiDiterbitkan 25 Agu 2026 - 10.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Dorong Tata Kelola Tambang Rakyat untuk Genjot Produksi Emas
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Kebutuhan emas di dalam negeri terus menunjukkan angka yang tinggi, namun pasokan dari jalur formal belum mampu memenuhinya secara penuh. Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat bahwa kebutuhan emas domestik saat ini telah mencapai sekitar 190 hingga 200 ton per tahun. Di sisi lain, pasokan emas yang mengalir melalui jalur resmi atau formal baru berkisar antara 53,5 hingga 86,2 ton per tahun.

Kesenjangan yang cukup lebar ini memicu perhatian serius terhadap peran sektor pertambangan non-formal, khususnya pertambangan rakyat. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menutupi kekurangan pasokan jika dikelola dan diintegrasikan dengan baik ke dalam sistem resmi negara.

Kontribusi Signifikan dari Sektor Tambang Rakyat

Berdasarkan data estimasi terbaru, produksi dari sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) serta tambang rakyat diperkirakan mencapai 50 hingga 120 ton per tahun. Angka ini tergolong sangat signifikan karena hampir mendekati atau bahkan melampaui total pasokan emas yang berasal dari jalur formal saat ini.

Baca Juga

PT DSI Targetkan Peluncuran Platform Ekspor SDA pada 1 September 2026

PT DSI Targetkan Peluncuran Platform Ekspor SDA pada 1 September 2026

Besarnya volume produksi dari tambang rakyat ini menunjukkan bahwa potensi riil produksi emas nasional jauh lebih tinggi daripada yang tercatat dalam statistik resmi. Integrasi sektor ini ke dalam rantai pasok formal menjadi krusial, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, melainkan juga untuk memastikan kontribusi ekonomi yang lebih optimal bagi negara dan masyarakat setempat.

Tantangan Tata Kelola dan Indikasi Jalur Ilegal

Meskipun potensi produksinya melimpah, tata kelola emas dari sektor tambang rakyat masih menghadapi hambatan besar. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, mengungkapkan salah satu tantangan utama dalam tata kelola emas nasional saat ini. Menurutnya, masih ada indikasi kuat bahwa penjualan emas hasil produksi tersebut mengalir melalui jalur-jalur ilegal.

Baca Juga

KAI Properti Selesaikan Peningkatan Fasilitas di Stasiun Cikampek

KAI Properti Selesaikan Peningkatan Fasilitas di Stasiun Cikampek

Keberadaan jalur tidak resmi ini membuat sebagian besar hasil produksi PESK tidak tercatat dalam sistem administrasi negara. Akibatnya, pemerintah kesulitan memantau peredaran emas secara akurat, sementara negara juga kehilangan potensi penerimaan yang signifikan. Upaya untuk merangkul dan melegalkan aktivitas tambang rakyat pun menjadi agenda penting demi mengarahkan aliran produksi tersebut ke jalur formal yang transparan dan akuntabel.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian ESDM

Berita Terbaru Lainnya

PT DSI Targetkan Peluncuran Platform Ekspor SDA pada 1 September 2026KAI Properti Selesaikan Peningkatan Fasilitas di Stasiun CikampekStudi Ungkap Kesenjangan Harapan Hidup dan Harapan Hidup Sehat di DuniaNiat Sholat Subuh sebagai Makmum, Imam, dan SendiriImigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Modus Pengantin Pesanan ke TiongkokSiswa Tetap Belajar di Tengah Kabut Asap Jambi, Sekolah Imbau Pakai MaskerTiga Orang Utan Dievakuasi dari Kebun Warga di Ketapang akibat KarhutlaPresiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Jambi dan Lampung

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap