Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Kota Jambi pada Senin (24/8). Meskipun kabut asap tampak jelas dan jarak pandang menurun, aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di kota tersebut terpantau tetap berjalan seperti biasa.
Sejumlah siswa dari SMA 5, SMP 17, dan SD 66 Kota Jambi terlihat tetap berangkat menuju sekolah masing-masing untuk mengikuti pembelajaran. Keberadaan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut juga mengurangi jarak pandang bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra saat berkendara.
Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Berdasarkan data pemantauan indeks kualitas udara di Kota Jambi, angkanya telah mencapai 199. Angka ini secara resmi menempatkan kualitas udara di Kota Jambi dalam kategori tidak sehat. Paparan asap karhutla ini menjadi perhatian serius bagi kesehatan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Imigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Modus Pengantin Pesanan ke Tiongkok

Sementara itu, kondisi udara yang lebih buruk tercatat di wilayah tetangga. Indeks kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi bahkan telah mencapai angka 274, yang menempatkannya ke dalam kategori sangat tidak sehat.
Penyesuaian Kegiatan dan Langkah Antisipasi Sekolah
Hingga saat ini, belum ada surat edaran resmi dari instansi terkait mengenai kebijakan untuk meliburkan sekolah di tengah kondisi kabut asap yang melanda. Oleh karena itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah tetap berjalan dengan penyesuaian mandiri yang dilakukan oleh pihak pengelola sekolah.
Wakil Kepala SD 66 Kota Jambi, Ilyani Ropida, mengonfirmasi bahwa pihak sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan bagi para siswa namun dengan penyesuaian khusus. Pada hari tersebut, SD 66 Kota Jambi mempercepat pelaksanaan acara peringatan Maulid Nabi karena mempertimbangkan kondisi kabut asap yang menyelimuti lingkungan sekolah.
Tiga Orang Utan Dievakuasi dari Kebun Warga di Ketapang akibat Karhutla

Sebagai langkah pencegahan dampak buruk kesehatan, pihak SD 66 Kota Jambi telah mengimbau seluruh siswanya untuk selalu menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Ilyani juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan mempertimbangkan untuk mengurangi durasi aktivitas belajar mengajar jika kondisi kabut asap terus memburuk ke depannya.
Selain itu, para siswa diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan mereka secara mandiri selama masa kabut asap ini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain dengan disiplin menggunakan masker, mengurangi aktivitas yang dilakukan di luar ruangan, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kebugaran tubuh.






