apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Perang Buntu dengan Iran Mulai Menyudutkan Posisi Politik Donald Trump

Domu TobingDiterbitkan 28 Jul 2026 - 09.10 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perang Buntu dengan Iran Mulai Menyudutkan Posisi Politik Donald Trump
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kebuntuan konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran kini menempatkan Presiden Donald Trump dalam posisi yang kian terjepit. Setelah gencatan senjata selama tiga bulan resmi berakhir, pertempuran yang kembali pecah bulan ini tidak kunjung menunjukkan keunggulan strategis bagi Washington. Di tengah jeda operasi militer AS pasca-serangan malam berturut-turut, keraguan justru mulai menjalar dari dalam lingkaran pendukung Trump sendiri, terutama menjelang Pemilu Sela yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Tekanan politik domestik kian nyata ketika tokoh-tokoh penting Partai Republik mulai mempertanyakan arah dan durasi konflik ini. Ketua DPR AS Mike Johnson serta presenter Fox News Laura Ingraham secara terbuka mendesak Trump untuk segera menyelesaikan perang sebelum para pemilih mendatangi tempat pemungutan suara. Senator Bill Cassidy bahkan menilai Trump sebenarnya memiliki peluang emas untuk mengakhiri perselisihan ini lebih cepat, namun kesempatan itu terbuang tanpa penyelesaian yang jelas. Kini, Trump dihadapkan pada pilihan sulit karena Iran menolak proposal perdamaian, sedangkan ancaman militer AS tidak lagi efektif menekan Teheran.

Sentimen publik Amerika kian memburuk seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa di pihak militer. Gugurnya empat prajurit AS baru-baru ini menggenapkan total korban tewas menjadi 18 orang, sementara data internal Pentagon menunjukkan jumlah korban luka kini telah melampaui 600 prajurit. Berdasarkan survei Reuters/Ipsos, jatuhnya korban jiwa ini memicu penolakan perang dari 42 persen pemilih Republik dan 53 persen pemilih independen. Kendati Trump mengeklaim keluarga prajurit tetap mendukung penuh operasi militer ini, data statistik menunjukkan bahwa publik AS semakin tidak melihat urgensi dari perang yang terus berlarut-larut tersebut.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Dampak perang ini tidak hanya dirasakan di medan tempur, tetapi juga langsung memukul kantong warga Amerika melalui lonjakan harga energi. Situasi diperparah oleh aksi milisi Houthi di Yaman yang memblokade Selat Bab al-Mandeb dan menyerang kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah. Akibatnya, harga minyak mentah dunia melambung melewati angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara harga bensin di tingkat domestik AS melonjak melampaui 4 dolar AS per galon. Kenaikan harga bahan bakar ini menjadi senjata makan tuan yang menyulitkan Trump untuk mempertahankan narasi perang di hadapan publiknya sendiri.

Di sisi lain, opsi militer yang dimiliki Trump sangat berisiko. Rencana serangan masif terhadap infrastruktur vital Iran berpotensi melanggar hukum internasional, sedangkan opsi menguasai wilayah strategis seperti Pulau Kharg atau Selat Hormuz membutuhkan pengerjaan pasukan darat yang ditentang oleh 68 persen warga AS. Kekhawatiran juga datang dari internal pemerintahan; Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan mencemaskan menipisnya cadangan amunisi AS jika eskalasi terus ditingkatkan.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kebuntuan ini akhirnya memaksa Trump menurunkan standar kemenangan yang sebelumnya ia janjikan. Target awal berupa penyerahan tanpa syarat dan pelarangan total senjata nuklir Iran kini tampaknya mulai bergeser ke arah kompromi yang lebih pragmatis, seperti sekadar memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Kongres AS mulai bergerak membatasi ruang gerak presiden melalui wewenang anggaran dan War Powers Act. Anggota DPR Nancy Mace mengkritik siasat pemerintah yang menggunakan jeda gencatan senjata untuk menghindari batasan waktu hukum perang, menandakan bahwa dukungan legislatif untuk Trump kini berada di titik nadir.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald Trumpharga minyak duniaKonflik Iran ASPemilu Sela ASMiliter Pentagon

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap