apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Pentagon Siapkan Strategi Nuklir Baru Hadapi Potensi Perang Lawan Rusia dan China

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.25 路 4 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pentagon Siapkan Strategi Nuklir Baru Hadapi Potensi Perang Lawan Rusia dan China
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bagaimana perkembangan terbaru dalam peta kekuatan militer global dapat memengaruhi stabilitas keamanan dunia? Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon dilaporkan tengah menyusun draf strategi nuklir baru untuk mengantisipasi potensi pecahnya perang dengan Rusia atau China. Langkah strategis ini dirancang untuk memberikan pilihan yang lebih luas bagi Presiden AS dalam merespons situasi darurat. Tinjauan rahasia tersebut secara khusus disiapkan untuk menghadapi skenario ketika sekutu-sekutu AS mendapatkan serangan dari Rusia maupun China.

Penyusunan dokumen strategis ini berada di bawah pengawasan langsung Kepala Kebijakan Pentagon, Elbridge Colby. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang sangat bergantung pada senjata strategis jarak jauh, draf strategi baru ini dilaporkan akan lebih menitikberatkan pada penggunaan senjata nuklir taktis jarak pendek dalam konflik regional. Menurut keterangan seorang pejabat pertahanan AS, penyediaan opsi nuklir yang dinilai lebih realistis dan kredibel bagi presiden ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan militer terhadap potensi ancaman dari luar.

Langkah Pentagon ini mengemuka sekitar enam bulan setelah berakhirnya masa berlaku New START, yaitu perjanjian pembatasan senjata nuklir bilateral terakhir antara AS dan Rusia. Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 dan sempat diperpanjang pada 2021 tersebut resmi kedaluwarsa pada Februari lalu tanpa adanya draf pengganti. Di bawah kesepakatan New START, kedua negara dibatasi hanya boleh memiliki maksimal 1.550 hulu ledak strategis dan 700 sistem pengiriman, serta diwajibkan untuk menjaga transparansi melalui verifikasi berkala.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Sebelum perjanjian tersebut berakhir, Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya sempat mengusulkan agar kedua belah pihak tetap mematuhi batasan hulu ledak selama satu tahun tambahan demi memberi waktu bagi negosiasi kesepakatan baru. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang menginginkan kesepakatan yang lebih luas dengan melibatkan China. Di sisi lain, Beijing yang diperkirakan memiliki sekitar 600 hulu ledak nuklir menolak keras untuk bergabung dalam perundingan tersebut. Pemerintah China berargumen bahwa tanggung jawab utama perlucutan senjata seharusnya dipikul oleh negara-negara dengan kepemilikan arsenal nuklir terbesar. Sementara itu, Moskow juga mengajukan syarat agar kesepakatan baru nantinya turut melibatkan Prancis dan Inggris sebagai sesama anggota NATO.

Di tengah ketegangan ini, Rusia sendiri telah memperbarui doktrin nuklirnya pada tahun 2024. Doktrin terbaru Moskow menetapkan bahwa agresi dari negara non-nuklir yang didukung oleh kekuatan nuklir akan dianggap sebagai serangan gabungan. Selain itu, Rusia secara hukum dapat menggunakan senjata pemusnah massal miliknya jika agresi konvensional dinilai mengancam kedaulatan Rusia atau sekutu dekatnya, Belarus. Pihak Rusia juga terus melayangkan kritik tajam terhadap penempatan senjata nuklir AS di kawasan Eropa melalui skema pembagian kekuatan tempur NATO.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Meskipun ketegangan taktis meningkat, Moskow menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menjadi pihak pertama yang memicu eskalasi konflik, ataupun menyerang negara anggota NATO. Rusia juga berjanji tidak akan menambah jumlah hulu ledak nuklirnya selama pihak AS berkomitmen menerapkan pendekatan serupa. Kendati demikian, Rusia memperingatkan akan mengarahkan moncong persenjataan nuklirnya secara langsung ke negara-negara yang menampung fasilitas senjata nuklir milik sekutu jika fasilitas tersebut diarahkan untuk mengancam Rusia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikatRusiaPentagonSenjata Nuklir

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap