Kasus dugaan penipuan dengan modus penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diduga melibatkan oknum militer aktif kini mencuat di Jawa Timur. Sejumlah korban yang merasa dirugikan akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur pada Sabtu (8/8) untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi. Total kerugian finansial yang ditimbulkan oleh aksi penipuan ini diperkirakan sangat besar, yakni ditaksir menembus angka Rp20 miliar dengan jumlah korban yang diduga mencapai lebih dari 20 orang.
Aksi penipuan ini bermula ketika para korban dinyatakan gagal dalam tahap akhir seleksi resmi CPNS pada periode tahun 2024-2025. Di tengah kekecewaan setelah gagal dalam tes resmi tersebut, sejumlah oknum yang masih aktif berdinas di instansi militer di Jawa Timur mendekati para korban. Mereka menawarkan bantuan agar para korban bisa tetap lolos menjadi pegawai negeri sipil melalui apa yang mereka sebut sebagai jalur seleksi 'susulan'. Laporan hukum ini secara khusus ditujukan kepada seorang berinisial OP, yang merupakan pemilik lembaga pelatihan kerja bernama PT PTC yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.








