apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Pengadilan AS Hentikan Sementara Proyek Ruang Dansa Gedung Putih, Trump Berang

Togar PanjaitanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 21.10 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengadilan AS Hentikan Sementara Proyek Ruang Dansa Gedung Putih, Trump Berang
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pengadilan Banding Federal Amerika Serikat (AS) di Distrik Columbia Circuit telah mengeluarkan keputusan penting dengan memerintahkan penghentian sementara proyek pembangunan ruang dansa (ballroom) di Gedung Putih. Perintah ini dipandang sebagai sebuah teguran keras bagi jalannya roda pemerintahan di bawah Presiden AS Donald Trump. Meskipun demikian, pihak pengadilan tidak langsung memberlakukan putusan tersebut secara instan. Pengadilan memutuskan untuk menunda eksekusi dari putusan tersebut selama 14 hari ke depan. Penundaan atau jeda waktu selama dua pekan ini sengaja diberikan guna membuka kesempatan dan memberikan waktu bagi pihak Gedung Putih untuk mempersiapkan langkah hukum selanjutnya, yaitu melayangkan banding ke tingkat yang lebih tinggi di Mahkamah Agung AS.

Dalam argumen dan pertimbangan hukumnya, majelis hakim memberikan penegasan yang sangat jelas mengenai batasan kekuasaan seorang kepala negara terhadap bangunan bersejarah tersebut. Pengadilan menyatakan secara eksplisit bahwa setiap presiden yang menjabat pada dasarnya hanyalah penyewa sementara, dan bukan pemilik sah dari Gedung Putih. Oleh karena itu, seorang presiden tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengubah struktur atau melakukan renovasi pada Gedung Putih tanpa adanya persetujuan resmi dari pihak kongres. Pernyataan ini menegaskan kembali pentingnya koordinasi dan izin dari lembaga legislatif sebelum melakukan modifikasi fisik pada aset negara yang bernilai historis tinggi tersebut.

Putusan yang dikeluarkan oleh pihak pengadilan tersebut langsung memicu reaksi keras dan kemarahan dari Presiden Donald Trump. Pada hari Jumat (7/8), Trump meluapkan rasa tidak puas dan kemarahannya secara terbuka melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Dalam unggahannya tersebut, Trump menilai dan mengklaim bahwa keputusan yang diambil oleh para hakim pengadilan banding memiliki muatan politis atau bermuatan politik. Lebih lanjut, ia juga menyatakan kekhawatirannya bahwa penghentian proyek pembangunan ini bukanlah masalah sepele, melainkan sebuah keputusan yang berpotensi membahayakan keselamatan serta keamanan para pejabat tinggi negara yang beraktivitas di lingkungan kepresidenan.

Baca Juga

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Untuk memperkuat argumennya mengenai pentingnya proyek tersebut, Trump memberikan penjelasan mendetail mengenai spesifikasi bangunan baru yang sedang dikerjakan. Menurut klaim Trump, struktur bangunan baru tersebut sebenarnya tidak dirancang sekadar sebagai ruang dansa biasa untuk menyelenggarakan acara formal. Lebih dari itu, bangunan tersebut dirancang untuk berfungsi sebagai sebuah pusat militer yang sangat canggih. Fasilitas baru ini direncanakan akan dilengkapi dengan tempat perlindungan bom yang aman, fasilitas medis darurat untuk penanganan cepat, serta sistem pertahanan modern untuk menangkal serangan drone maupun rudal. Trump menegaskan bahwa tanpa adanya proyek pembangunan ini, fasilitas kepresidenan dan seluruh pejabat penting di dalamnya akan berada dalam posisi yang jauh lebih rentan terhadap berbagai potensi ancaman dari luar.

Sebelum munculnya perselisihan hukum ini, pihak pemerintah AS sebenarnya telah memberikan penjelasan mengenai urgensi dari pembangunan ruang dansa baru tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa keberadaan ballroom baru ini sangat mendesak demi kelancaran tugas-tugas diplomatik negara. Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menampung dan menyelenggarakan acara-acara diplomatik formal yang berskala besar tanpa harus mengorbankan standar keamanan nasional yang ketat. Selain itu, proyek pembangunan ruang dansa di Gedung Putih ini juga merupakan bagian integral dari ambisi yang lebih luas dari Presiden Donald Trump untuk merombak, merenovasi, serta memperbarui lanskap gedung-gedung pemerintahan dan berbagai monumen sejarah penting yang berada di kawasan pusat Washington D.C.

Baca Juga

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Dengan adanya tenggat waktu penundaan selama 14 hari yang diberikan oleh pengadilan banding, pemerintah dipastikan akan membawa kasus sengketa ini ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung AS. Langkah hukum ini diambil dengan harapan agar keputusan penundaan proyek dapat dibatalkan. Trump sendiri secara tegas menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan banding tidak adil dan harus dianulir secara total. Melalui pernyataannya di platform media sosial miliknya, Trump menegaskan bahwa keputusan yang dianggapnya tidak adil tersebut harus dibatalkan sepenuhnya oleh Mahkamah Agung AS demi kelangsungan proyek pertahanan dan fasilitas kepresidenan tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatGedung PutihWashington D.C.

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap