apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Penemuan Begonia Hattae dan Kembalinya Tiga Spesies Langka di Hutan Sumatera Barat

Domu TobingDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penemuan Begonia Hattae dan Kembalinya Tiga Spesies Langka di Hutan Sumatera Barat
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Hutan hujan tropis Sumatra kembali menyingkap rahasia alamnya yang selama ini tersembunyi. Melalui rangkaian penelitian intensif, sebuah spesies tumbuhan baru dari suku Begoniaceae berhasil diidentifikasi di wilayah Sumatera Barat. Temuan ini tidak hanya menambah daftar panjang kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga membawa angin segar bagi dunia botani dengan ditemukannya kembali beberapa spesies yang sempat dinyatakan hilang dari catatan habitat alaminya. Spesies baru yang diberi nama Begonia hattae ini menjadi simbol penghormatan mendalam bagi salah satu tokoh proklamator bangsa.

Penemuan berharga ini berawal dari dedikasi tim periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melakukan eksplorasi botani serta program Konservasi Biji Begonia sepanjang tahun 2022 dan 2023. Tim peneliti yang terdiri dari Muhammad Efendi dan Intani Quarta Lailaty dari Pusat Riset Botani Terapan, Yudi Suhendri dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah, serta Wisnu Handoyo Ardi dari Pusat Riset Biosistemika dan Evolusi menyusuri berbagai kawasan hutan di Sumatera Barat. Hasil kerja keras tersebut akhirnya resmi dipublikasikan pada Juli 2026 dalam jurnal internasional Taprobanica: The Journal of Asian Biodiversity melalui artikel ilmiah bertajuk "A New Begonia Species (Begoniaceae) and Three Rediscoveries from West Sumatra".

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Pemberian nama Begonia hattae M. Efendi & I.Q. Lailaty ditujukan sebagai bentuk penghormatan khusus kepada Mohammad Hatta. Beliau adalah Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang lahir dan berasal dari Sumatera Barat, tempat di mana tumbuhan unik ini ditemukan hidup. Secara taksonomi, Begonia hattae memiliki kemiripan visual dengan Begonia raoensis, terutama pada bentuk pertumbuhan (habitus) dan bentuk daunnya. Kendati demikian, para peneliti berhasil mengidentifikasi perbedaan yang sangat spesifik. Begonia hattae hanya memiliki 2 tepal (helai perhiasan bunga) baik pada bunga jantan maupun betina, sedangkan Begonia raoensis memiliki 4 tepal. Selain itu, daun basal pada Begonia hattae jarang menunjukkan lobus yang tumpang tindih, dan bulu-bulu halus di ujung tangkai daunnya tidak membentuk formasi cincin.

Baca Juga

Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPK

Menjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPK

Karakteristik dua tepal pada bunga jantan dan betina ini juga ditemukan pada Begonia korthalsiana, spesies lain dari seksi Jackia di Pulau Sumatera. Namun, Begonia hattae tetap dapat dibedakan secara jelas dari Begonia korthalsiana karena tidak memiliki bulu di ujung tangkai daunnya serta hanya memiliki sekitar 50 benang sari. Sebagai perbandingan, Begonia korthalsiana memiliki bulu di ujung tangkai daun dan jumlah benang sari yang jauh lebih banyak, berkisar antara 80 hingga 100 buah.

Selain penemuan spesies baru, eksplorasi ini membawa dampak besar bagi pemetaan keanekaragaman hayati karena berhasil mendokumentasikan kembali tiga spesies Begonia yang selama bertahun-tahun tidak pernah lagi tercatat di habitat alaminya di Sumatera Barat. Ketiga spesies tersebut adalah Begonia halabanensis, Begonia goegoensis, dan Begonia longipedunculata. Kehadiran kembali ketiga tanaman ini memberikan data penting mengenai keberadaan mereka yang sempat dikhawatirkan punah di alam liar. Tidak hanya itu, penelitian ini juga memperluas catatan persebaran geografis Begonia lilliputana hingga ke Sumatera Barat. Sebelumnya, wilayah persebaran Begonia lilliputana diketahui sangat terbatas dan hanya tercatat di lokasi tipe asalnya, yaitu di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Baca Juga

Penyelidikan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Hasil Uji Forensik dan Posisi Senjata

Penyelidikan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Hasil Uji Forensik dan Posisi Senjata

Meskipun penemuan ini membawa kabar gembira bagi dunia sains, keberlangsungan hidup populasi Begonia di Sumatera Barat kini menghadapi tantangan nyata. Beberapa populasi tumbuhan sensitif ini ditemukan hidup di kawasan hutan sekunder yang sangat rentan terhadap perubahan fungsi lahan. Aktivitas manusia seperti pertambangan, pembukaan lahan untuk berbagai keperluan, serta degradasi lingkungan secara umum menjadi ancaman serius yang dapat memicu kepunahan lokal sebelum spesies-spesies ini sempat dipelajari lebih mendalam. Keberadaan habitat yang terfragmentasi membuat kelestarian mereka di alam liar menjadi tidak pasti.

Sebagai langkah antisipasi untuk menyelamatkan kekayaan genetik ini, tim peneliti telah melakukan tindakan penyelamatan ex-situ. Berbagai materi tumbuhan yang dikoleksi selama ekspedisi, mulai dari biji, spesimen herbarium untuk kebutuhan penelitian lanjutan, hingga spesimen hidup, kini telah dibawa dan dikonservasi di Kebun Raya Cibodas. Upaya pelestarian di luar habitat asli ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan terakhir bagi kelangsungan hidup Begonia hattae dan spesies Begonia langka lainnya, sembari menunggu adanya kebijakan perlindungan habitat yang lebih ketat di masa mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BRINBegonia hattaeKonservasi FloraKeanekaragaman Hayati

Berita Terbaru Lainnya

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Ribuan Suporter Konvoi Padati Jalanan SurabayaMenjaga Kesehatan Saluran Cerna Anak Selama Periode Emas 1000 HPKTrump Geram Kebocoran Cadangan Amunisi AS Perlemah Posisi Hadapi IranSatgas PASTI OJK Tindak 1.220 Entitas Keuangan Ilegal Sepanjang Periode Januari Hingga Juli 2026Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Ekonom Soroti Masalah Kompetensi dan Sektor InformalIndonesia Jajaki Kerja Sama dengan China dan Rusia untuk Garap Trans Kalimantan RailwayPenyelidikan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Polisi Ungkap Hasil Uji Forensik dan Posisi SenjataHasil Autopsi Eks Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul Luka Lebam

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap