Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang pemuda berlumuran cairan gelap dan memamerkan benda mirip potongan jari manusia sempat menggemparkan jagat media sosial di Kabupaten Pekalongan. Pemuda berinisial BW yang berusia 19 tahun, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, semula mengaku telah menjadi korban pembegalan sadis hingga menyebabkan salah satu jarinya terputus. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwajib, terungkap bahwa pemuda tersebut berbohong dan merekayasa seluruh kejadian mengerikan itu hanya demi membuat konten media sosial. Potongan jari yang dipamerkannya dalam video ternyata hanyalah sepotong wortel.
Dalam video yang beredar dan menjadi viral tersebut, tampak BW sedang berada di depan sebuah rumah dengan kondisi tubuh yang dipenuhi cairan berwarna gelap yang menyerupai darah. Untuk meyakinkan para penonton, ia kemudian menaruh sebuah benda di depannya yang jika dilihat sekilas sangat menyerupai potongan jari manusia yang terputus akibat sabetan senjata tajam. Visualisasi yang tampak meyakinkan ini dengan cepat memicu kepanikan dan rasa khawatir di kalangan warganet yang menyangka bahwa aksi kriminalitas jalanan atau begal sadis sedang marak terjadi di wilayah Kecamatan Doro.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, BW mengakui bahwa dirinya sengaja mengarang cerita pembegalan tersebut tanpa ada kejadian nyata yang mendahuluinya. Motif utama di balik aksi nekat ini adalah keinginan pribadi agar dirinya dianggap sebagai sosok yang berani dan hebat oleh teman-teman di lingkungan pergaulan sehari-harinya. BW juga menjelaskan alur penyebaran video tersebut yang semula tidak ia duga akan menjadi sangat viral di jagat maya. Awalnya, ia hanya mengunggah video pendek tersebut pada fitur status di aplikasi pesan singkat WhatsApp miliknya pribadi. Meskipun unggahan status tersebut hanya bertahan selama kurang lebih lima menit sebelum akhirnya dihapus oleh BW sendiri, rekaman itu sudah telanjur dilihat dan disimpan oleh beberapa kontak kontaknya hingga akhirnya menyebar luas di berbagai jejaring sosial.
Penyebaran video hoaks yang meresahkan masyarakat ini segera memicu respons cepat dari aparat penegak hukum setempat. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti video yang viral tersebut pada hari Minggu (2/8). Anggota kepolisian segera dikerahkan untuk mendatangi lokasi yang dilaporkan sebagai tempat kejadian perkara (TKP) pembegalan guna melakukan penelusuran lebih lanjut, mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, serta melakukan pemeriksaan langsung terhadap pemuda berinisial BW yang mengaku sebagai korban dalam video tersebut.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Hasil penyelidikan mendalam dan pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh jajaran Polres Pekalongan akhirnya menunjukkan bahwa informasi mengenai pembegalan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak pernah terjadi. Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa seluruh cerita yang disampaikan oleh BW dalam video tersebut merupakan rekayasa total yang dibuat secara sengaja untuk kepentingan pribadi. Dari lokasi pemeriksaan di kediaman pemuda tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti fisik yang digunakan pelaku untuk menyusun skenario bohong tersebut. Barang-barang yang disita oleh petugas kepolisian antara lain adalah sebilah senjata tajam berupa samurai serta beberapa potongan sayur wortel yang sebelumnya digunakan untuk mensimulasikan potongan jari korban yang terputus agar terlihat meyakinkan.






