Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi memulai proyek pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Nias Utara pada tahun ini. Proyek yang menyasar ruas jalan Lotu-Lahewa dan Lotu-Tuhemberuwa tersebut menjadi bagian penting dari upaya percepatan konektivitas wilayah kepulauan yang selama ini kerap terkendala akses transportasi. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara langsung menemui warga setempat dalam acara Sapa Daerah (SADA) di Kecamatan Lotu pada Kamis, 6 Agustus 2026, guna meninjau perkembangan dan mendengar aspirasi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur jalan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan akses transportasi yang layak di Kepulauan Nias. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk dua ruas jalan utama di Nias Utara ini dengan menggunakan konstruksi hotmix. Ruas Jalan Lotu-Lahewa sepanjang 2,5 kilometer dikerjakan dengan anggaran yang melebihi Rp17 miliar. Sementara itu, proyek peningkatan ruas Jalan Lotu-Tuhemberuwa membentang sepanjang 4 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp27 miliar. Peningkatan kapasitas jalan ini merupakan bagian dari program infrastruktur yang lebih luas di Kepulauan Nias.
Dampak dari dimulainya proyek ini sangat dinantikan oleh warga lokal yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan perdagangan. Jaswin Gea, seorang warga Desa Hilidunda, mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama yang menopang seluruh aktivitas perekonomian warga. Menurut penuturannya, jalur transportasi vital ini bahkan belum pernah tersentuh pengaspalan sejak puluhan tahun yang lalu. Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, turut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemprov Sumut. Amizaro menilai bahwa rangkaian program pembangunan, mulai dari perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, hingga dukungan ekonomi, telah membawa dampak positif bagi masyarakat di wilayahnya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Langkah Pemprov Sumut di Nias Utara ini merupakan bagian dari komitmen anggaran yang lebih besar bagi Kepulauan Nias secara keseluruhan. Pada tahun ini, alokasi dana pembangunan untuk lima kabupaten dan kota di wilayah Kepulauan Nias mencapai sekitar Rp500 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya yang berkisar di angka Rp300 miliar. Peningkatan alokasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia tersebut.
Meski pembangunan jalan sepanjang total 6,5 kilometer tengah berjalan, warga berharap proyek ini dapat terus diperluas. Tarmizi Gea, salah satu warga, mengusulkan agar perbaikan jalan Lotu-Tuhemberuwa dapat dilanjutkan hingga mencakup seluruh panjang ruas jalan yang mencapai sekitar 12 kilometer. Warga juga mengusulkan pembuatan sistem drainase di sepanjang jalan guna mencegah genangan air merusak aspal baru, serta mengajukan permohonan bantuan irigasi, jalan usaha tani, alat pertanian, dan dukungan untuk rumah ibadah.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Merespons berbagai usulan dan aspirasi tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah akan terlebih dahulu melakukan kajian mendalam serta peninjauan langsung di lapangan sebelum memutuskan langkah dan program lanjutan. Selain fokus pada pembangunan fisik, Bobby juga menyoroti masalah distribusi pupuk bersubsidi yang dikeluhkan petani karena harganya yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebagai langkah antisipasi ke depan, ia meminta pemerintah daerah setempat untuk memperketat pengawasan dan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika menemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi tersebut.






