Di mana lokasi definitif pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sumenep dan bagaimana kesiapan infrastrukturnya? Pertanyaan tersebut terjawab seiring langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mengalokasikan area seluas 7,1 hektare di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Jawa Timur. Lahan milik pemerintah daerah yang pada awalnya diperuntukkan bagi pembangunan pusat kegiatan olahraga atau sport center ini kini diproyeksikan sepenuhnya menjadi kawasan pendidikan permanen bagi anak-anak di wilayah Madura tersebut.
Posisi lahan terpilih berada pada lokasi yang cukup strategis, yakni berdiri persis di seberang kampus Universitas Wiraraja serta tidak jauh dari jalur utama Jalan Trunojoyo. Pemilihan area di Desa Gunggung ini merupakan alternatif kedua yang diajukan oleh Pemkab Sumenep, mengingat lokasi pertama yang diusulkan sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi standar kriteria teknis yang dipersyaratkan. Dari hasil pemetaan awal, kondisi fisik lahan memang tergolong datar sehingga memudahkan proses konstruksi. Meski demikian, pihak pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah teknis berupa perbaikan akses moda transportasi, di mana jalan desa menuju lokasi perlu dilakukan pengurukan serta pelebaran badan jalan agar mudah dilalui kendaraan.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kondisi di lapangan telah diperiksa secara langsung melalui kegiatan peninjauan bersama pada Sabtu (8/8). Peninjauan di Kabupaten Sumenep tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep Hariyanto Effendi, serta Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumenep R Erwien Hendra Laksmono bersama rombongan. Dalam peninjauan tersebut, Ishaq Zubaedi Raqib menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah aktif Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mengawal keberhasilan program prioritas nasional ini. Di samping itu, Ahmad Rifai memberikan masukan agar Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama di tingkat daerah guna mempermudah proses konsolidasi pengajuan lahan tersebut.
Tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan ini akan segera bergeser ke tingkat pusat. Seluruh berkas administrasi dan dokumen usulan pengajuan lahan dilaporkan telah siap dan dalam waktu dekat akan diserahkan secara langsung. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep bersama Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan berkas tersebut ke Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat yang bertempat di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos). Koordinasi tatap muka ini ditujukan untuk memastikan proses perizinan dan verifikasi lahan permanen dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Rencana pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat permanen ini disiapkan secara khusus untuk memfasilitasi kebutuhan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep. Sekolah rintisan ini tercatat telah beroperasi sejak tahun 2025 dengan memanfaatkan fasilitas Gedung SKB di Kecamatan Batuan. Karena statusnya yang masih menumpang di gedung tersebut, daya tampung SRT 49 sangat terbatas untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar secara ideal. Saat ini, SRT 49 tercatat mengampu sebanyak 76 peserta didik yang menempuh pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kehadiran fasilitas permanen di atas lahan 7,1 hektare diharapkan mampu memberikan ruang tumbuh dan daya tampung yang jauh lebih memadai bagi siswa






