apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 11.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah terus berupaya memperkuat pengembangan program food estate atau lumbung pangan di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah penguatan ini dilakukan secara terintegrasi melalui penerapan manajemen risiko lintas sektor. Upaya ini menjadi sangat penting untuk memastikan pembangunan ketahanan pangan nasional berjalan dengan lebih terarah. Penerapan manajemen risiko lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalkan berbagai hambatan yang sebelumnya sering kali menghalangi pencapaian target proyek secara optimal di lapangan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Secara lebih spesifik, pemerintah menerapkan program Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor. Langkah ini diambil untuk menutup celah-celah kelemahan yang menyebabkan proyek-proyek serupa pada masa lalu tidak dapat memberikan hasil yang optimal. Dengan adanya MRPN ini, koordinasi antarinstansi diharapkan menjadi lebih erat sehingga kendala administratif maupun operasional yang pernah terjadi sebelumnya dapat diantisipasi dan diatasi dengan lebih cepat dan efisien.

Proyek food estate di Kalimantan Tengah ini sebenarnya bukanlah hal baru, melainkan bagian dari proyek Kawasan Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN). Berdasarkan catatan sejarah pengembangannya, proyek KPEAN ini telah beberapa kali dijalankan oleh pemerintah lintas periode. Proyek ini tercatat pernah dilaksanakan pada tahun 1995, kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 1999, lalu pada tahun 2020, hingga akhirnya diteruskan kembali pada masa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Baca Juga

Ancaman Hukuman Mati Menanti Saepul, Pelaku Mutilasi Kenalan di Cipayung

Ancaman Hukuman Mati Menanti Saepul, Pelaku Mutilasi Kenalan di Cipayung

Meskipun telah berulang kali diupayakan dalam beberapa dekade terakhir, performa proyek ini dinilai masih memerlukan banyak perbaikan. Menurut pernyataan dari Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangannya di Jakarta pada hari Sabtu, seluruh proyek food estate yang berjalan dari masa ke masa belum membuahkan hasil yang memuaskan. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa hasil yang belum memuaskan tersebut terjadi sejak pelaksanaan tahun 1995, tahun 1999, tahun 2020, hingga upaya yang berjalan hari ini. Evaluasi mendalam ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk menerapkan manajemen risiko secara lebih ketat dan terintegrasi.

Keberhasilan proyek food estate di Kalimantan Tengah ini tentu memerlukan kerja sama yang solid dari berbagai pihak. Oleh karena itu, proyek ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga penting, di antaranya adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung. Keterlibatan instansi-instansi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor, baik dari segi teknis pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, maupun dari aspek pendampingan hukum dan tata kelola yang baik.

Selain dari sisi manajemen dan pengawasan, aspek pemilihan lahan juga menjadi perhatian serius pemerintah. Pengembangan food estate di Kalimantan Tengah ke depannya akan difokuskan pada lahan yang berada di luar kawasan hutan. Lokasi lahan di luar kawasan hutan tersebut tidak dipilih secara sembarangan, melainkan telah melalui kajian mendalam yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait lainnya sejak tahun 2020. Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi tata ruang dan lingkungan.

Baca Juga

Sederet Pesan Presiden Prabowo Saat Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka

Sederet Pesan Presiden Prabowo Saat Undang Peneliti BRIN ke Istana Merdeka

Langkah penguatan di Kalimantan Tengah ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas utama. Untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan tersebut, pemerintah saat ini tengah mengembangkan proyek food estate di beberapa wilayah strategis di Indonesia. Wilayah-wilayah pengembangan tersebut meliputi Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan juga Kalimantan Tengah sendiri.

Setiap kawasan food estate yang dikembangkan memiliki fokus komoditas yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing. Untuk kawasan food estate di Kalimantan Tengah, pemerintah memfokuskan pengembangannya pada produksi komoditas padi dan singkong. Di sisi lain, proyek food estate yang terletak di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, difokuskan untuk menghasilkan komoditas pertanian berupa kentang, bawang putih, dan bawang merah. Dengan pembagian fokus komoditas ini, pemerintah berharap kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi secara beragam dan merata.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan panganmanajemen risikoKalimantan TengahFood Estate

Berita Terbaru Lainnya

Ancaman Hukuman Mati Menanti Saepul, Pelaku Mutilasi Kenalan di CipayungJetour T2 i-DM Resmi Mengaspal di GIIAS 2026 dengan Jarak Tempuh 1.200 KmNavigasi Era AI, Mengapa Kemampuan Memilih Informasi Jauh Lebih Krusial Dibanding Sekadar MencariSederet Pesan Presiden Prabowo Saat Undang Peneliti BRIN ke Istana MerdekaTugu Insurance Pimpin Konsorsium Asuransi Proyek Raksasa Blok MaselaPutin Resmi Legalkan Perdagangan Kripto di Rusia Mulai September 2026Sinyal Rotasi Portofolio, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMNJasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi dengan Fokus pada Keselamatan Pengguna

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap