apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah 4.502 MW untuk Masuk RUPTL PLN

Parlin SinagaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 08.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah 4.502 MW untuk Masuk RUPTL PLN
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia secara resmi tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pengembangan energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Berdasarkan rencana teranyar, total kapasitas pembangkit listrik berbasis sampah yang disiapkan ini mencapai 4.502,7 megawatt (MW). Rencana pengembangan energi alternatif berskala besar tersebut kini telah dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan nasional, yaitu Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) milik PT PLN (Persero). Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan di tanah air.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Penyusunan dan persiapan pengembangan PLTSa ini juga menjadi tindak lanjut nyata dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Pengembangan energi dari sampah tersebut berjalan selaras dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Peraturan presiden ini diterbitkan secara khusus sebagai payung hukum untuk mempercepat pelaksanaan program pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan adanya regulasi ini, koordinasi antarinstansi diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Terkait perkembangan proyek ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberikan penjelasan dalam sebuah agenda resmi. Beliau menyampaikan hal tersebut dalam acara peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di TPPAS Regional Legok Nangka. Kegiatan peletakan batu pertama ini dilaksanakan secara langsung pada hari Kamis (30/7). TPPAS Regional Legok Nangka sendiri merupakan fasilitas pengelolaan sampah regional yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga

Bagja Hidayat Ditunjuk Sebagai Pemimpin Redaksi Tempo, Gantikan Setri Yasra

Bagja Hidayat Ditunjuk Sebagai Pemimpin Redaksi Tempo, Gantikan Setri Yasra

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula bahwa Kementerian ESDM telah merumuskan sejumlah kebijakan pendukung guna memastikan proyek PSEL dapat berjalan tanpa hambatan. Salah satu bentuk dukungan nyata dari kementerian adalah dengan memberikan berbagai kemudahan dalam hal perizinan untuk proyek-proyek PSEL. Langkah pemangkasan birokrasi dan penyederhanaan izin ini diharapkan mampu mendorong minat para pelaku usaha serta mempercepat proses konstruksi fisik pembangkit di lapangan.

Selain memberikan kemudahan perizinan, Kementerian ESDM juga menerapkan kebijakan yang sangat adaptif terkait kapasitas pembangkit. Pihak kementerian memberikan fleksibilitas terhadap kapasitas pengembangan PSEL, di mana pembangunannya dapat dilakukan di luar dari batasan kuota yang telah ditetapkan di dalam dokumen RUPTL PLN. Adanya kelonggaran atau fleksibilitas kapasitas ini ditujukan agar daerah-daerah yang memiliki potensi volume sampah sangat tinggi dapat membangun fasilitas dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan riil mereka.

Baca Juga

Pemerintah Perketat Aturan Impor Garam Guna Dorong Penyerapan Produk Lokal

Pemerintah Perketat Aturan Impor Garam Guna Dorong Penyerapan Produk Lokal

Urgensi dari pengolahan sampah menjadi energi listrik ini juga didorong oleh kondisi timbunan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 saja, akumulasi timbunan sampah nasional di Indonesia telah mencapai angka 56,6 juta ton. Jumlah timbunan yang sangat besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi kelestarian lingkungan hidup jika tidak diimbangi dengan teknologi pengolahan yang memadai dan bernilai tambah.

Dari total akumulasi timbunan sampah nasional sebesar 56,6 juta ton pada tahun 2025 tersebut, tercatat baru sekitar 63,3 persen sampah yang telah berhasil dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah ini dilakukan melalui beberapa metode, seperti pemrosesan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), pemanfaatan melalui jaringan bank sampah, serta pengolahan di berbagai fasilitas pengolahan sampah terpadu yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan kapasitas total mencapai 4.502,7 MW ini diharapkan mampu meningkatkan persentase pengelolaan sampah nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi melalui penyediaan listrik bersih bagi masyarakat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PLNsampahESDMPLTSaPSELLegok Nangka

Berita Terbaru Lainnya

Bagja Hidayat Ditunjuk Sebagai Pemimpin Redaksi Tempo, Gantikan Setri YasraPemerintah Perketat Aturan Impor Garam Guna Dorong Penyerapan Produk LokalSurvei SMRC, Elektabilitas Prabowo Merosot, Kalah dari Dedi Mulyadi Jika Pemilu Digelar Saat IniBadan Gizi Nasional Siapkan Skema Khusus Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Wilayah Rawan KonflikSinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja MustahikGoTo Cetak Laba Rp607,5 Miliar pada Semester I 2026, Catatkan Untung Dua Kuartal BeruntunPresiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Hadiri Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di BatangBRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Catatkan Sejarah Baru Dividen Tertinggi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap