Pemerintah Indonesia secara resmi tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pengembangan energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Berdasarkan rencana teranyar, total kapasitas pembangkit listrik berbasis sampah yang disiapkan ini mencapai 4.502,7 megawatt (MW). Rencana pengembangan energi alternatif berskala besar tersebut kini telah dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan nasional, yaitu Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) milik PT PLN (Persero). Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan di tanah air.








