Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan bahwa pemerintah siap membangun 500 rumah bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan rumah tersebut akan menggunakan skema gotong royong yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.
Rencana ini telah disampaikan oleh pria yang akrab disapa Ara tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Ara menyebut proyek pembangunan rumah di NTT ini bernilai Rp5 triliun dan telah dibahas bersama gubernur setempat. Ia menambahkan bahwa 500 rumah telah siap dan pembangunan senilai Rp5 miliar tersebut sudah didiskusikan dengan pihak gubernur.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selain di NTT, skema gotong royong ini juga diterapkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ara menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar melalui skema gotong royong untuk membangun rumah yang bermakna budaya di wilayah tersebut.
Ara memastikan bahwa rencana ini telah disiapkan secara komprehensif bersama pihak perbankan dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah strategis ini turut melibatkan pihak swasta, termasuk bantuan dari 50 arsitek secara gratis.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Tidak hanya untuk penanganan pascabencana, Ara juga membeberkan program pemberian rumah gratis bagi masyarakat di berbagai daerah. Program ini meliputi pembangunan 200 rumah gratis untuk masyarakat di Kabupaten Tangerang, 103 rumah di Tapanuli Utara, 152 rumah di Menteng Tenggulun, serta 500 rumah di Johar Baru.






