apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Selidiki Temuan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar yang Berpotensi Rugikan Warga Rp71 Triliun

Andi TobanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Selidiki Temuan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar yang Berpotensi Rugikan Warga Rp71 Triliun
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan kini tengah berkoordinasi secara intensif menyusul adanya temuan mengenai kualitas beras fortifikasi di pasaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen dari komoditas beras fortifikasi yang diperiksa diduga kuat tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Temuan awal ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak karena produk tersebut dijual dengan harga premium namun diduga tidak memberikan kandungan nutrisi sebagaimana mestinya.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil tindakan hukum sebelum melakukan verifikasi menyeluruh di lapangan. Dalam keterangannya di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (5/8), Budi Santoso menegaskan bahwa langkah pengecekan langsung ke lapangan merupakan prioritas utama saat ini. Pemerintah perlu memastikan kebenaran data di tingkat pedagang dan produsen sebelum memutuskan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan opsi penarikan produk dari peredaran.

Upaya pengecekan lapangan ini nantinya tidak hanya melibatkan satu instansi saja, melainkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Perdagangan akan bersinergi secara langsung dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memeriksa kandungan serta komposisi produk yang dijual bebas di pasar. Langkah kolaboratif ini diambil agar pengawasan berjalan dengan objektif dan menyeluruh. Melalui pengecekan bersama ini, pemerintah akan memastikan apakah beras fortifikasi yang beredar di pasaran benar-benar memiliki kandungan yang sesuai dengan komposisi atau sesuai dengan produk yang mereka jual kepada masyarakat.

Baca Juga

Kali Bekasi Menghitam Akibat Pencemaran, DLH Kota Bekasi Dorong Penanganan Lintas Daerah

Kali Bekasi Menghitam Akibat Pencemaran, DLH Kota Bekasi Dorong Penanganan Lintas Daerah

Beras fortifikasi sendiri dirancang sebagai bahan pangan yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral penting. Kehadiran produk beras jenis ini sangat krusial untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan. Ketika beras fortifikasi yang beredar di pasaran diduga tidak memenuhi standar yang ditetapkan, hal ini tentu memicu kekhawatiran karena fungsi utama dari beras fortifikasi tersebut untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat menjadi tidak tercapai dengan optimal.

Dari sisi ekonomi, ketidaksesuaian kualitas ini juga berdampak sangat signifikan pada pengeluaran konsumen. Kementerian Pertanian mencatat bahwa harga rata-rata beras fortifikasi yang diperiksa mencapai sekitar Rp22.665 per kilogram. Bahkan, dalam beberapa kasus di lapangan, ditemukan produk beras sejenis yang dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai Rp42.000 per kilogram. Dengan harga yang tergolong premium tersebut, potensi kerugian materiil yang harus ditanggung oleh masyarakat akibat membeli beras yang diduga tidak sesuai standar ini diperkirakan sangat besar, yakni berpotensi mencapai sekitar Rp71 triliun.

Baca Juga

Profesor Termuda Cambridge Jason Arday Mengundurkan Diri Usai Tersandung Tuduhan Plagiarisme

Profesor Termuda Cambridge Jason Arday Mengundurkan Diri Usai Tersandung Tuduhan Plagiarisme

Hingga saat ini, dugaan ketidaksesuaian kualitas pada sekitar 80 persen beras fortifikasi tersebut didasarkan pada hasil pengujian awal yang dilakukan di tiga laboratorium. Namun, pemerintah menegaskan bahwa proses pembuktian belum selesai sampai di situ saja. Pemeriksaan lanjutan yang melibatkan lebih banyak laboratorium saat ini sedang berjalan untuk memastikan kandungan produk secara lebih akurat. Uji laboratorium tambahan ini sangat penting dilakukan sebagai dasar ilmiah yang kuat sebelum pihak berwenang mengambil langkah penegakan hukum atau tindakan tegas lainnya terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertanianAndi Amran Sulaimankementerian perdaganganBudi SantosoBeras Fortifikasi

Berita Terbaru Lainnya

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kemerosotan Saham SpaceX dan Sinyal Suku Bunga The FedKali Bekasi Menghitam Akibat Pencemaran, DLH Kota Bekasi Dorong Penanganan Lintas DaerahProfesor Termuda Cambridge Jason Arday Mengundurkan Diri Usai Tersandung Tuduhan PlagiarismeMTI Dorong Audit Keselamatan Independen Pasca-Insiden Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 6 Agustus 2026, Didominasi Kondisi Berawan Sepanjang HariPLN Gandeng Swasta Garap 262 Proyek PLTA dan PLTM hingga 2034Mendag Respons Kendala Ekspor Nikel dan Timah Akibat Aturan Logam Tanah JarangAksi Pembakaran Misterius Teror Bandung-Cimahi, Polisi Buru Pria Berhoodie Hitam

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

Kesehatan

Fakta Baru Kematian Dokter Internship di Apartemen Kalibata, Kemenkes Buka Suara

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap