apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Luruskan Istilah Emas di Bawah Bantal

Parlin SinagaDiterbitkan 24 Agu 2026 - 02.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Luruskan Istilah Emas di Bawah Bantal
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Apakah masyarakat Indonesia benar-benar menyimpan ribuan ton emas secara fisik di bawah tempat tidur mereka? Pertanyaan ini muncul di tengah masyarakat setelah istilah "emas di bawah bantal" ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.

Guna meluruskan kesalahpahaman tersebut, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan penjelasan resmi. Istilah tersebut rupanya tidak merujuk pada keberadaan fisik logam mulia di bawah bantal warga, melainkan sebuah kiasan untuk menggambarkan potensi aset yang ada di masyarakat.

Apa Arti Sebenarnya dari "Emas di Bawah Bantal"?

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa frasa tersebut hanyalah sebuah metafora. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

Potensi kepemilikan emas oleh masyarakat ini diperkirakan mencapai sekitar 1.800 ton, atau setara dengan nilai 252 miliar dolar AS. Secara tradisional, emas memang telah lama menjadi instrumen simpanan dan penyimpan nilai yang tepercaya bagi masyarakat Indonesia. Hingga kini, sebagian dari emas tersebut masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di dalam rumah tangga.

Baca Juga

Direktur Utama PNM Buka Grand Final PORSENI 2026 di BRILiaN Stadium

Direktur Utama PNM Buka Grand Final PORSENI 2026 di BRILiaN Stadium

Pemerintah meluruskan bahwa istilah ini sama sekali tidak dimaksudkan secara harfiah sebagai emas yang secara fisik diletakkan di bawah bantal pemiliknya.

Perbedaan dengan Cadangan Emas Nasional

Estimasi kepemilikan emas masyarakat sebesar 1.800 ton ini perlu dibedakan dari cadangan emas resmi yang dikuasai negara. Pemerintah menegaskan bahwa angka tersebut tidak sama dengan cadangan emas Indonesia dan bukan merupakan tambahan terhadap cadangan emas tambang nasional.

Sebagai perbandingan, cadangan emas yang dimiliki Indonesia saat ini diperkirakan berada di kisaran 3.600 ton. Sementara itu, untuk kapasitas produksi emas dari sektor pertambangan nasional, Indonesia menghasilkan sekitar 90 ton emas per tahun.

Baca Juga

Pilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link saat Selat Hormuz Masih Panas

Pilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link saat Selat Hormuz Masih Panas

Mendorong Optimalisasi Aset Emas secara Aman

Melihat besarnya potensi emas yang masih disimpan secara konvensional di rumah-rumah, pemerintah kini berupaya mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan kepemilikan aset tersebut.

Masyarakat didorong untuk memanfaatkan pilihan yang lebih luas dalam mengelola aset emas mereka melalui instrumen keuangan yang aman dan terintegrasi. Dengan beralih ke instrumen keuangan yang resmi, nilai dari aset emas yang dimiliki masyarakat diharapkan dapat terkelola secara lebih optimal sekaligus memberikan jaminan keamanan yang lebih baik dibanding penyimpanan konvensional di rumah.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasi emasKemenko Perekonomian

Berita Terbaru Lainnya

Direktur Utama PNM Buka Grand Final PORSENI 2026 di BRILiaN StadiumBareskrim Polri Buru Pemodal di Balik Kebakaran Hutan di KalimantanM. Nasir Diberhentikan dari Jabatan Sekda Aceh, Presiden Prabowo Terbitkan KeppresUpdate Korban Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 91 OrangBNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan SumateraPolri Siapkan 2 Helikopter dan Drone untuk Padamkan KarhutlaPolri, 62 Persen dari 64 Ribu Hektare Lahan Terbakar Berhasil DikendalikanPilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link saat Selat Hormuz Masih Panas

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap