Langkah nyata untuk mengatasi persoalan lalu lintas di Kota Bogor kembali bergulir. Pada Kamis, 9 Juli 2026, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menghadiri acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jalur keluar tol (Off Ramp) Ciawi Selatan. Acara seremonial yang menandai dimulainya proyek strategis ini berlangsung di Lorena Sport Hub. Kehadiran proyek infrastruktur jalan ini membawa harapan besar, terutama bagi warga di kawasan Bogor Selatan yang selama ini mendambakan kelancaran akses transportasi menuju kediaman mereka.
Masalah kemacetan di wilayah ini memang menjadi keluhan klasik yang membutuhkan penanganan segera. Selama ini, para pengguna jalan khususnya warga Bogor Selatan yang melakukan perjalanan pulang dari arah Jakarta atau melalui jaringan jalan tol, harus menghadapi rute memutar yang melelahkan. Satu-satunya pilihan praktis saat ini adalah melewati kawasan Pasar Ciawi. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah akibat tingginya aktivitas pasar dan volume kendaraan yang menumpuk, sehingga waktu tempuh masyarakat menjadi tidak efisien.
Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan ini dapat terwujud berkat sinergi lintas sektor yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan buah dari kolaborasi taktis yang melibatkan PT Trans Jabar Tol (TJT), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Kementerian PUPR, serta Sinar Mas. Dari segi pembiayaan, proyek ini sepenuhnya didukung oleh dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sinar Mas. Sementara untuk menjamin kepatuhan terhadap aturan tata ruang jalan tol, seluruh aspek regulasi dan perizinan berada di bawah wewenang penuh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Secara teknis, jalur keluar tol baru ini akan membentang sepanjang kurang lebih 600 meter dengan lebar jalur sekitar 3,7 meter. Meskipun ukurannya relatif ringkas, keberadaan jalur ini diperkirakan akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap distribusi arus kendaraan. Dengan dibukanya akses baru tersebut, volume kendaraan yang biasanya menumpuk di Simpang Ciawi dipastikan akan berkurang secara signifikan. Hal ini akan mengurai simpul kemacetan yang selama ini menjadi momok bagi para komuter dan pelancong yang melintasi kawasan perbatasan kota tersebut.
Beberapa wilayah kelurahan di Bogor Selatan diproyeksikan akan menerima manfaat langsung dari kemudahan akses baru ini. Warga yang berdomisili di Kelurahan Bojongkerta, Kertamaya, Rancamaya, Dekeng, Cipaku, hingga Genteng kini dapat langsung menuju wilayah mereka tanpa harus terjebak di titik kemacetan Pasar Ciawi. Tidak hanya berfungsi sebagai pengurai arus lalu lintas harian, infrastruktur baru ini juga memiliki peran vital sebagai jalur mitigasi atau rute alternatif darurat jika terjadi hambatan pada jalur utama.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Setelah proses groundbreaking selesai dilaksanakan, fokus kini beralih pada tahap konstruksi fisik di lapangan. Seluruh pihak yang terlibat menargetkan agar pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan ini dapat diselesaikan sepenuhnya dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Jika target tersebut terpenuhi, masyarakat luas diperkirakan sudah bisa memanfaatkan jalur keluar tol baru ini sepenuhnya pada tahun depan, membawa perubahan positif bagi mobilitas harian di Kota Bogor.






