apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/News

Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Jakarta dan Surabaya Picu Kehebohan di Media Sosial

Agus CahyonoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 10.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Jakarta dan Surabaya Picu Kehebohan di Media Sosial
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Media sosial belakangan ini diramaikan oleh sorotan warganet terkait sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya yang mendadak memasang pagar pembatas berukuran tinggi menjelang memasuki bulan Agustus. Berbagai unggahan video memperlihatkan pengerjaan pagar tersebut, yang kemudian disertai dengan narasi mengenai kekhawatiran akan adanya aksi unjuk rasa besar serta potensi kerusuhan dalam waktu dekat. Beberapa mal besar dilaporkan mendirikan pagar pembatas dengan ketinggian berkisar antara 2,5 hingga 3 meter. Di antara pusat perbelanjaan yang melakukan langkah tersebut adalah Mal Kota Kasablanka dan Gandaria City di Jakarta, serta Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon City Mall, Royal Plaza, dan Tunjungan Plaza di Surabaya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menyikapi fenomena ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengimbau pihak pengelola pusat perbelanjaan agar segera melepas kembali pagar pembatas tinggi yang terlanjur didirikan. Pramono secara khusus menyoroti keberadaan pagar setinggi 2,5 meter yang terpasang di Mal Kota Kasablanka. Saat memberikan keterangan di kawasan Blok M, Jakarta, pada Kamis (31/7/2026), ia menegaskan bahwa pada saat yang tepat nanti, ia akan meminta agar pagar-pagar tersebut dibongkar kembali. Demi memastikan situasi tetap kondusif, Pramono berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya guna menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Jakarta.

Pramono menduga kekhawatiran pihak pengelola mal ini dipicu oleh desas-desus mengenai rencana demonstrasi berskala besar pada bulan Agustus, berkaca pada peristiwa serupa tahun lalu. Pada Agustus 2025, gelombang unjuk rasa besar-besaran memang sempat melanda akibat akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan DPR serta tekanan ekonomi yang terjadi. Ketegangan situasi kala itu semakin memuncak menyusul insiden tragis pada 28 Agustus 2025, ketika seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan terlindas oleh kendaraan taktis kepolisian saat aksi berlangsung.

Baca Juga

DTKJ Nilai Tarif Baru TransBandara Blok M - Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat Wajar

DTKJ Nilai Tarif Baru TransBandara Blok M - Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat Wajar

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai tidak ada persoalan krusial di balik langkah pemasangan pagar tinggi tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Hippindo, Apindo, dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Budi menegaskan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026) bahwa situasi aman dan tidak ada masalah serius yang perlu dikhawatirkan.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, turut mengklarifikasi bahwa keberadaan pagar di area mal sebenarnya bukan merupakan fenomena baru. Banyak pusat belanja yang telah dilengkapi dengan pagar pembatas sejak awal masa pembangunannya. Bagi mal yang baru memasangnya, Alphonzus menjelaskan bahwa langkah tersebut murni ditujukan demi ketertiban area internal serta pengaturan akses bagi pengunjung. Terlebih bagi pusat perbelanjaan yang lokasinya berdekatan atau sering dilintasi oleh rute unjuk rasa, pengelola membutuhkan batas perimeter yang jelas untuk mengantisipasi dampak dari aksi massa.

Baca Juga

Rumah Kontrakan Polisi di Karawang Dirusak Massa Bersenjata Tajam, Diduga Terkait Kasus Obat Keras

Rumah Kontrakan Polisi di Karawang Dirusak Massa Bersenjata Tajam, Diduga Terkait Kasus Obat Keras

Dari sisi pengamanan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa hingga saat ini kepolisian belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi massa. Kendati demikian, Direktorat Reserse Siber serta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus aktif memantau berbagai selebaran digital dan ajakan aksi yang beredar di media sosial. Budi Hermanto memastikan situasi keamanan saat ini masih sepenuhnya terkendali berkat kerja sama yang baik antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Selain meningkatkan patroli dari skala kecil hingga besar di kawasan perbatasan seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Banten, Kapolda Metro Jaya juga telah membentuk tim khusus bernama Preventive Strike untuk melakukan mitigasi dini terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi memicu kerusuhan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

JakartaSurabayaPolda Metro Jayapusat perbelanjaankeamanan

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Komisaris Jenderal Polri yang Memasuki Masa Pensiun Tahun IniPolemik Sistem Desil KJP, Banyak Warga Miskin Jakarta Terancam Kehilangan Akses Bantuan PendidikanPUI Apresiasi Hoegeng Awards 2026, Banyak 'Berlian' di Polri yang MenginspirasiTuntutan 15 Tahun Penjara bagi Anak Ketiga yang Racuni Ibu dan Dua Saudara Kandung di WarakasDarah Menetes dari Plafon Kos Grogol Petamburan Jadi Saksi Bisu Pembunuhan MuzalipahMaybank Indonesia Catat Kenaikan Laba Bersih Menjadi Rp698 Miliar pada Semester I 2026Konsolidasi Asuransi BUMN Ditargetkan Rampung Bertahap hingga Awal 2027Bank Neo Commerce Targetkan Bebas Defisit dalam Dua Tahun demi Buka Peluang Dividen

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap