apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Mulai Berdampak pada Sektor Industri dan Biaya Hidup

Togar PanjaitanDiterbitkan 19 Agu 2026 - 23.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Mulai Berdampak pada Sektor Industri dan Biaya Hidup
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan pada Selasa, 2 Juni 2026, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp 17.839 per dolar AS. Kondisi ini memberikan dampak pada sektor industri, yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di bawah level 50. Penurunan indeks ini mengindikasikan bahwa impor barang dari luar negeri tengah mengalami tekanan.

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri turut memengaruhi dampak pelemahan nilai tukar rupiah ini. Gigih Prihantono menyatakan bahwa Indonesia memiliki ketergantungan impor untuk bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Kenaikan biaya ini pun mulai dirasakan di berbagai sektor. Di sektor otomotif, Astra Otoparts telah menyesuaikan harga pada sebagian produk suku cadangnya. Meski demikian, rata-rata kenaikan harga beberapa suku cadang otomotif di segmen aftermarket tersebut masih berada di bawah 10 persen.

Baca Juga

Program MBG di Wilayah 3T Dinilai Buka Akses Pasar bagi Petani dan Peternak Lokal

Program MBG di Wilayah 3T Dinilai Buka Akses Pasar bagi Petani dan Peternak Lokal

Di tengah situasi ini, para ahli memberikan pandangan mengenai dampak pelemahan mata uang tersebut. Eddy Junarsin menilai pelemahan nilai tukar rupiah dapat berdampak baik karena membuat harga produk asal Indonesia menjadi lebih murah di mata pasar internasional sehingga lebih bersaing. Namun, Rijadh Djatu Winardi mengingatkan bahwa pelemahan rupiah dapat meningkatkan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga produk kesehatan, serta memperbesar nilai pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri dalam rupiah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus Rp 17.500 per dolar AS. Sementara itu, Bhima Yudhistira mengingatkan bahwa depresiasi rupiah terhadap dolar AS telah mencapai sekitar 7 persen dalam satu tahun terakhir hingga sempat menyentuh Rp 17.600. Bhima menekankan bahwa dampak pelemahan rupiah tersebut tetap akan menjalar hingga ke biaya hidup di tingkat pedesaan.

Baca Juga

Hadir Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI

Hadir Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI

Faktor eksternal dan domestik turut memicu tekanan terhadap mata uang nasional. Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assu'aibi, menyebut rupiah telah melemah menembus level Rp 17.400 per dolar AS dan menargetkan nilai tukar dapat mencapai Rp 17.550 dalam pekan ini. Ia menyoroti ketegangan geopolitik, seperti instruksi Trump kepada Angkatan Laut AS di Laut Oman untuk menguasai Selat Hormuz, yang berujung pada hancurnya lebih dari lima kapal perang kecil Iran. Selain itu, serangan drone Ukraina ke fasilitas kilang minyak Rusia turut mengganggu pasokan energi global. Di dalam negeri, intervensi Bank Indonesia di pasar internasional, domestik, obligasi, dan surat utang negara untuk menjaga stabilitas rupiah berimplikasi pada menyusutnya cadangan devisa Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaRupiahmanufakturNilai Tukar

Berita Terbaru Lainnya

Menanti Kelanjutan Turnamen Maut, Simak Fakta Jujutsu Kaisen Season 4 The Culling Game Part 2Program MBG di Wilayah 3T Dinilai Buka Akses Pasar bagi Petani dan Peternak LokalKebakaran Lahan di Riau Meluas, Petugas Padamkan Api di Dua LokasiMenhub Ungkap Penyebab Manifes Kapal Kerap Berbeda, Operator Tambah Penumpang Tanpa LaporKPK Sebut Pengembalian Uang oleh Bebizie dalam Kasus Gratifikasi Kukar Dinilai Sebagai Iktikad BaikBMKG Prakirakan Gempa Susulan di NTT Masih Akan Berlangsung hingga 30 Hari ke DepanMantan Kepala BPN Sumbawa Divonis 15 Bulan Penjara Terkait Kasus Lahan MXGP SamotaKPK Tahan Eks Pejabat Pajak Muhammad Haniv Terkait Kasus Gratifikasi Rp20,7 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap