Pihak keluarga mengonfirmasi kabar duka mengenai berpulangnya pelawak sekaligus seniman ketoprak senior, H. Topan Sugianto bin Doel Ghani. Kabar wafatnya seniman legendaris ini juga diperkuat oleh unggahan belasungkawa resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (27/8) sekitar pukul 12.00 WIB di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam usia 71 tahun.
Sebelum meninggal dunia, pria kelahiran Malang pada 12 April 1955 ini sempat mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan keterangan dari istrinya, Widha, Topan mengeluhkan sakit perut yang menembus hingga ke bagian punggung pada Kamis pagi. Ia sempat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis di klinik lokal serta Rumah Sakit Wava Husada. Namun, kondisi kesehatannya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Trump Setop Kucuran Dana Keamanan untuk Pasukan Sekutu di Irak

Topan Sugianto dikenal luas sebagai seniman yang mengawali kariernya dari panggung seni tradisional ketoprak Jawa Timuran. Popularitasnya melambung secara nasional pada era 1990-an hingga 2000-an melalui grup lawak legendaris Topan-Leysus. Dalam grup tersebut, ia berduet dengan adiknya, Sugeng Winarso (Leysus). Keduanya dikenal piawai memadukan unsur humor tradisional Jawa dengan komedi modern. Penampilan duet ini kerap menghiasi layar kaca melalui program populer seperti Ketoprak Humor dan Srimulat.
Kongres III Iwakum Tetapkan Kembali Irfan Kamil Sebagai Ketua Umum Periode 2026–2028

Kebersamaan duet ini terhenti ketika Leysus berpulang pada tahun 2006. Kini, jenazah Topan Sugianto telah dimakamkan di pemakaman umum setempat di Kepanjen. Almarhum dimakamkan berdampingan dengan makam ibundanya serta adiknya, Leysus.






