Badan Pusat Statistik (BPS) telah memutakhirkan data ekonomi milik Timbul, seorang pria berusia 49 tahun yang bekerja sebagai pengemudi becak motor di Lendah, Kulon Progo. Sebelumnya, Timbul sempat tercatat masuk ke dalam kategori desil 9, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran data oleh BPS, status ekonomi Timbul kini telah disesuaikan dan secara resmi diposisikan ke dalam kategori desil 3, yang mencerminkan kondisi kesejahteraan keluarganya yang sebenarnya.
Timbul baru mengetahui bahwa dirinya masuk ke dalam kategori desil 9 ketika mendatangi Kantor Kalurahan Lendah untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Surat keterangan tersebut sangat ia butuhkan untuk mengajukan keringanan biaya kuliah bagi anak sulungnya yang bernama Lucky. Lucky telah berhasil diterima untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur seleksi mandiri.
Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Pegawai DJP Terlibat Bakal Dipecat

Untuk dapat kuliah di UNY melalui jalur mandiri tersebut, biaya masuk yang harus dibayarkan oleh keluarga Timbul adalah sebesar Rp 15 juta. Karena nominal tersebut sangat besar bagi seorang pengemudi becak motor, Timbul berniat untuk mencari bantuan keuangan. Ia berencana mengajukan bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) serta mencari beasiswa lain yang tersedia. Oleh karena itu, ia mendatangi balai desa untuk mencari SKTM, hingga akhirnya mendapati data ekonominya berada di desil 9 yang sempat membuatnya kebingungan.
Penjelasan BPS Terkait Pemutakhiran Data
Mengenai adanya perbedaan data tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan klarifikasi. Amalia menjelaskan bahwa ketidaksesuaian data ekonomi Timbul terjadi karena data yang dihimpun sebelumnya belum dimutakhirkan. Hal tersebut disebabkan karena Timbul belum memasukkan data terbarunya ke dalam kanal pemutakhiran data yang telah disediakan oleh pihak berwenang. Setelah data tersebut akhirnya diperbarui, status ekonomi Timbul kini sudah disesuaikan ke desil 3.
Pemprov DKI Jakarta Berencana Hidupkan Kembali Proyek ITF Sunter Senilai Rp 5,3 Triliun

Lebih lanjut, Amalia mengimbau sekaligus menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pemutakhiran data. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting agar proses pemutakhiran data dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan catatan yang sesuai dengan tingkat kesejahteraan keluarga yang sebenarnya di lapangan. Dengan data yang akurat dan terus diperbarui, pemerintah dapat meminimalkan kesalahan pencatatan status ekonomi warga.






