Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi menjamin kerahasiaan data masyarakat yang dikumpulkan melalui program Sensus Ekonomi 2026. Menanggapi kekhawatiran yang mungkin muncul di tengah masyarakat, BPS meminta publik untuk tidak merasa khawatir dan bersedia berpartisipasi aktif dalam seluruh proses pendataan yang tengah berlangsung.
Pernyataan tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Ia menyampaikan bahwa seluruh data yang diserahkan oleh masyarakat kepada petugas sensus akan dijaga kerahasiaannya dengan sangat ketat. Penegasan ini disampaikan Amalia setelah dirinya memimpin langsung proses pendataan Sensus Ekonomi di kediaman Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani yang berlokasi di Jakarta pada Jumat (28/8/2026).
Jaminan Keamanan dan Bebas dari Urusan Pajak
Dalam kesempatan tersebut, Amalia Adininggar Widyasanti juga memberikan klarifikasi penting guna meluruskan persepsi di masyarakat. Ia memastikan bahwa proses pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan kepentingan ataupun urusan perpajakan. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya tanpa perlu merasa cemas.
OJK Usulkan Batas Kepemilikan Asing di Industri Asuransi Naik Jadi 99 Persen

Partisipasi penuh dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Menurut Amalia, keterlibatan aktif warga merupakan kunci utama untuk menghasilkan data yang akurat. Data yang valid ini nantinya akan menggambarkan kondisi riil dari kegiatan ekonomi di Indonesia secara lebih tepat dan menyeluruh.
Sebagai contoh nyata dari partisipasi tersebut, Ketua MPR Ahmad Muzani turut serta menyukseskan pendataan yang dilakukan oleh petugas BPS di rumahnya. Dalam proses wawancara, Ahmad Muzani menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan petugas, mulai dari jumlah anggota keluarga hingga rincian mengenai kegiatan usaha yang dijalankan oleh keluarganya maupun oleh anggota keluarganya secara individu.
Kemudahan Pengisian Data secara Mandiri
Untuk mempermudah jalannya sensus, BPS juga menawarkan fleksibilitas dalam metode pengisian data. Masyarakat kini memiliki opsi untuk memberikan data mereka melalui wawancara langsung dengan petugas lapangan atau memilih untuk mengisi data secara mandiri menggunakan kuesioner online.
OJK Targetkan Porsi Penyaluran Pinjaman Daring ke Sektor Produktif Naik Jadi 70 Persen

Bagi warga yang lebih memilih pengisian secara mandiri demi kenyamanan, akses untuk masuk ke sistem kuesioner online tersebut dapat diperoleh secara langsung dari petugas sensus yang datang berkunjung ke rumah mereka. Dengan adanya pilihan metode ini, masyarakat dapat menentukan cara yang paling sesuai dan nyaman dengan kondisi masing-masing.
Lebih lanjut, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengajak seluruh warga yang belum sempat terdata agar segera mengambil bagian dalam Sensus Ekonomi ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut mengingatkan orang-orang terdekat mereka—mulai dari anggota keluarga, kerabat, tetangga dekat, hingga rekan kerja—yang belum didata agar segera ikut serta menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi masa depan ekonomi nasional yang lebih baik.






