apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Pasokan Senjata Militer AS Dilaporkan Menipis, Washington dan Pentagon Pasang Kuda-Kuda

Nyaring AranDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pasokan Senjata Militer AS Dilaporkan Menipis, Washington dan Pentagon Pasang Kuda-Kuda
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kabar mengenai menipisnya stok persenjataan Amerika Serikat memicu ketegangan baru di Washington. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa cadangan senjata ofensif dan defensif milik negara adidaya tersebut telah merosot ke tingkat yang mengkhawatirkan. Meskipun demikian, Gedung Putih dan Pentagon dengan tegas menepis kabar tersebut dan menyatakan kesiapan militer mereka tetap terjaga. Di tengah bantahan resmi ini, dinamika internal menunjukkan adanya kekhawatiran mendalam dari para petinggi militer mengenai ketahanan logistik mereka untuk menghadapi potensi konflik di masa depan.

Pangkal dari penurunan tajam cadangan amunisi ini adalah pertempuran intensif yang berlangsung selama lima bulan melawan Iran. Konflik ini semakin memanas setelah nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan pertempuran yang disepakati Washington dan Teheran pada Juni lalu gagal bertahan. Runtuhnya kesepakatan tersebut langsung memicu aksi saling serang yang berlangsung selama hampir dua pekan penuh. Akibatnya, militer Amerika Serikat terpaksa menguras inventaris pertahanan udara mereka dalam jumlah besar untuk menangkal serangan udara lawan yang datang bertubi-tubi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Laporan dari CNN mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat telah menghabiskan sekitar 80 persen rudal pencegat THAAD serta separuh dari persediaan rudal pencegat Patriot. Di sisi lain, analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) per 27 Juli menunjukkan angka yang sedikit berbeda namun tetap mengkhawatirkan, yakni cadangan rudal Patriot hanya tersisa sedikit di atas sepertiga dan THAAD tersisa sekitar separuh. Presiden Donald Trump sendiri membantah adanya krisis pasokan ini, namun ia justru menuding mantan Presiden Joe Biden sebagai pihak yang bertanggung jawab karena memberikan sistem pencegat Patriot secara cuma-cuma ke Ukraina dan Eropa. Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth melalui platform X menyebut laporan mengenai penurunan 80 persen tersebut sebagai informasi yang tidak benar dan memalukan.

Baca Juga

DPR Usulkan Konsep Pra-Judicial untuk Uji Penyitaan Sebelum Sidang Pokok

DPR Usulkan Konsep Pra-Judicial untuk Uji Penyitaan Sebelum Sidang Pokok

Selain sistem pertahanan udara pencegat, persediaan senjata ofensif Amerika Serikat juga dilaporkan terkuras habis. Menurut laporan Reuters dan CBS News, sebagian besar rudal ofensif jarak jauh yang sangat akurat, seperti ATACMS dan PrSM, telah digunakan. Dua sumber internal mengungkapkan bahwa hampir seluruh rudal jenis ini telah dilesakkan dalam pertempuran, padahal biaya pembuatan setiap unitnya mencapai sekitar US$1 juta atau setara dengan Rp17,8 miliar. Meski demikian, Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, tetap bersikeras membantah bahwa militer Amerika Serikat sedang menghadapi situasi kekurangan amunisi yang mengerikan.

Dampak dari menipisnya cadangan persenjataan ini bukan sekadar hitungan di atas kertas, melainkan membawa konsekuensi strategis yang nyata. Pensiunan kolonel Korps Marinir Amerika Serikat yang juga penasihat senior CSIS, Mark Cancian, menilai bahwa kelangkaan rudal ATACMS dan PrSM secara signifikan akan menurunkan kemampuan angkatan darat untuk melancarkan serangan dari jarak jauh. Kerentanan pertahanan ini terbukti secara nyata pada serangan 17 Juli lalu di pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania. Insiden tersebut menewaskan tiga tentara Amerika Serikat setelah rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara yang dioperasikan oleh militer Amerika Serikat dan Yordania.

Baca Juga

Hubungan Dagang Memanas, China Batasi Ekspor Drone dan Blokir Lembaga Sertifikasi AS

Hubungan Dagang Memanas, China Batasi Ekspor Drone dan Blokir Lembaga Sertifikasi AS

Situasi ini juga memicu kecemasan mendalam di kalangan internal militer terkait kesiapan menghadapi kekuatan global lainnya. Mark Cancian mengingatkan bahwa setiap rudal yang digunakan di Timur Tengah berarti mengurangi ketersediaan senjata untuk menghalangi potensi ancaman dari China. Hal ini membuat Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine, dilaporkan telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran mengenai krisis pasokan senjata ini di balik pintu tertutup. Bahkan, kekhawatiran logistik inilah yang dilaporkan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Trump memilih mundur dari eskalasi militer yang lebih besar pada akhir Juli lalu.

Sebagai langkah penyelamatan untuk memulihkan kekuatan militernya, pemerintahan Trump kini tengah bersiap dengan rencana anggaran yang masif. Pemerintah telah mengajukan permohonan anggaran pertahanan sebesar US$95 miliar atau sekitar Rp1.692 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Selain itu, diajukan pula permintaan dana tambahan sebesar US$21 miliar atau sekitar Rp375 triliun yang dialokasikan khusus untuk mengisi kembali gudang-gudang senjata yang telah kosong. Kendati dana tersebut nantinya disetujui, pemulihan tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. CSIS memproyeksikan bahwa militer Amerika Serikat membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk mengembalikan pasokan senjata mereka ke tingkat sebelum perang berlangsung.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatMiliter ASPertahanan

Berita Terbaru Lainnya

Tabir Gelap Temuan 995 Senjata di Tengah Prahara Sekolah di Jakarta SelatanApa yang Perlu Diketahui dari Kepindahan Gakuto Notsuda ke Persib Bandung?Dewa United Resmi Berpisah dengan Pelatih Jan Olde RiekerinkHUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta untuk Pembangunan DaerahPrabowo Subianto Segera Putuskan Calon Gubernur Bank Indonesia Pekan IniKriteria dan Alur Seleksi Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPelindo Beri Penjelasan Terkait Proyeksi Rencana IPO BUMNDPR Usulkan Konsep Pra-Judicial untuk Uji Penyitaan Sebelum Sidang Pokok

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap