Pemerintah Nigeria secara resmi telah mengumumkan sebuah langkah strategis yang sangat penting untuk memperkuat sektor pertahanan nasional di tengah berbagai tantangan keamanan yang melanda negara tersebut. Pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, pihak pemerintah mengumumkan secara resmi bahwa Presiden Nigeria Bola Tinubu telah menyetujui kebijakan kenaikan gaji hingga mencapai 80 persen bagi seluruh anggota angkatan bersenjata negara itu. Kebijakan baru ini merupakan bentuk perhatian langsung dan konkret dari pemerintah terhadap kondisi kesejahteraan para prajurit yang bertugas menjaga keamanan di lapangan.
Keputusan untuk melakukan penyesuaian pendapatan bagi para tentara ini diambil karena situasi keamanan dalam negeri yang terus menghadapi berbagai ancaman dari kelompok-kelompok bersenjata yang aktif. Di wilayah timur laut Nigeria, kelompok pemberontak yang meliputi Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP) dilaporkan masih terus melancarkan serangan secara aktif terhadap berbagai target. Sementara itu, di kawasan barat laut Nigeria, terdapat kelompok kriminal bersenjata yang dikenal secara lokal sebagai bandit yang terus beroperasi dan mengganggu stabilitas keamanan wilayah tersebut.
Tantangan keamanan yang dihadapi oleh angkatan bersenjata Nigeria tidak hanya terpusat di satu wilayah saja, melainkan tersebar luas di berbagai kawasan negara tersebut. Sebagai contoh nyata, aksi kejahatan berupa penculikan untuk meminta tebusan dilaporkan telah menjadi semakin meluas di beberapa bagian wilayah utara-tengah Nigeria. Di samping itu, aparat keamanan yang bertugas di kawasan tenggara juga secara berkala harus menghadapi ancaman dan aksi kekerasan yang dikaitkan dengan gerakan kelompok separatis setempat.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan prajurit yang harus menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berat di berbagai daerah tersebut, pemerintah telah menyusun skema kenaikan gaji yang disesuaikan dengan jenjang kepangkatan. Penasihat Presiden Nigeria, Bayo Onanuga, mengonfirmasi bahwa skema gaji baru ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 September mendatang. Pembagian besaran kenaikan gaji ini dilakukan agar penyesuaian pendapatan dapat berjalan secara terstruktur dan merata bagi seluruh anggota militer.
Berdasarkan rincian kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut, personel militer dari pangkat prajurit hingga sersan akan menerima kenaikan gaji yang paling besar, yaitu mencapai 80 persen. Sementara itu, untuk personel militer yang memiliki pangkat mulai dari kolonel hingga pembantu letnan, mereka akan memperoleh kenaikan gaji sebesar 50 persen. Sedangkan untuk perwira dengan pangkat di atas kolonel, termasuk para jenderal, kenaikan gaji yang akan diterima adalah sebesar 30 persen dari gaji mereka sebelumnya.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Kebijakan penyesuaian upah ini tentu saja berdampak langsung pada peningkatan alokasi anggaran pertahanan tahunan negara secara keseluruhan. Dengan diterapkannya skema gaji baru ini, total anggaran gaji tahunan angkatan bersenjata Nigeria akan meningkat menjadi 924 miliar naira, atau setara dengan sekitar US$678,68 juta. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tagihan gaji tahunan militer sebelumnya yang tercatat sebesar 660 miliar naira. Melalui kebijakan ini, Presiden Tinubu menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus memprioritaskan kesejahteraan pasukan serta memodernisasi militer Nigeria dengan dukungan senjata dan teknologi yang dibutuhkan guna mengatasi ancaman keamanan secara efektif.






