Kasus komentar nirempati dari tenaga kesehatan terhadap pasien kembali menjadi sorotan publik. Salah satu tenaga kesehatan yang terlibat, Widhiyarini Pangestika, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Langkah ini diambil setelah komentar yang ia tuliskan terhadap almarhum Yurizal memicu reaksi keras di media sosial. Kejadian ini menarik perhatian luas karena Yurizal dikabarkan meninggal dunia tidak lama setelah komentar-komentar yang dinilai tidak memiliki empati tersebut menjadi viral di jagat maya.
Sebelum meninggal dunia, almarhum Yurizal sempat membagikan keluh kesahnya melalui media sosial mengenai pelayanan kesehatan yang diterimanya. Dalam unggahan tersebut, Yurizal menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya saat harus menunggu selama 8 jam di sebuah rumah sakit. Penantian yang sangat lama tersebut ia jalani dalam kapasitasnya sebagai seorang pasien BPJS. Unggahan tersebut dibuat sebagai sarana bagi almarhum untuk meluapkan apa yang sedang dirasakannya saat itu.
Namun, alih-alih mendapatkan simpati atau respons yang menenangkan, unggahan Yurizal justru menuai komentar negatif dari oknum tenaga kesehatan. Akun media sosial dengan nama pengguna @Widhiyarini meninggalkan komentar yang dinilai sangat tidak pantas. Akun tersebut menuliskan, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan." Tidak hanya itu, komentar bernada menghakimi dan kritis juga datang dari akun @nandafadyla_, yang menuliskan kalimat singkat berupa, "Bacot nih pasien." Komentar-komentar ini segera memicu kecaman dari para pengguna internet lainnya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Setelah komentar-komentar nirempati dari oknum tenaga kesehatan tersebut viral, kabar duka kemudian datang dari pihak keluarga. Yurizal dilaporkan telah meninggal dunia. Kabar lelayu mengenai wafatnya Yurizal diumumkan secara resmi oleh sepupunya yang bernama Hilda Aprianti melalui sebuah unggahan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam pernyataan tersebut, Hilda Aprianti menjelaskan bahwa Yurizal telah mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 31 Juli.
Kepergian Yurizal menyisakan kesedihan mendalam bagi orang-orang terdekatnya, termasuk rekannya yang bernama Fadhilah Ayu Sukma Putri. Melalui akun Threads pribadinya dengan nama pengguna @dhilaskukk, Fadhilah mengungkapkan rasa sedihnya saat membaca kembali postingan almarhum. Ia merasa jauh lebih sedih lagi ketika melihat banyaknya komentar yang menghakimi Yurizal di media sosial. Fadhilah Ayu Sukma Putri menuliskan bahwa pada saat membuat unggahan tersebut, Yurizal mungkin hanya sedang merasa lelah dan sekadar ingin meluapkan apa yang tengah dirasakannya.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Menyusul situasi yang semakin ramai diperbincangkan, Widhiyarini Pangestika akhirnya menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf secara terbuka. Melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, Widhiyarini menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf. Ia secara terbuka mengakui bahwa komentar yang telah ia tuliskan sebelumnya sangat tidak pantas. Ia juga menyadari bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak menunjukkan etika, rasa empati, maupun profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh dirinya sebagai seorang tenaga kesehatan.
Selain menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga almarhum dan publik, Widhiyarini Pangestika juga menyampaikan permohonan maaf kepada instansi tempatnya bekerja. Ia mengakui bahwa ulah dan komentar tidak pantas yang dilayangkannya di media sosial telah membawa dampak buruk bagi tempat kerjanya. Tindakan tersebut dinilai telah memengaruhi citra instansi pelayanan kesehatan tersebut serta mengikis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tempatnya mengabdi sebagai tenaga kesehatan.






