apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

MTI Soroti Pelabelan Londo Ireng oleh Presiden sebagai Upaya Pelemahan Demokrasi

Nyaring AranPublished 27 Jul 2026 - 13.15 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
MTI Soroti Pelabelan Londo Ireng oleh Presiden sebagai Upaya Pelemahan Demokrasi
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Negara demokrasi menuntut ruang publik yang sehat, di mana kritik dianggap sebagai vitamin bagi jalannya pemerintahan, bukan ancaman yang harus disingkirkan. Namun, belakangan ini, arah komunikasi politik dari Istana Negara dinilai justru mempersempit ruang tersebut melalui pelabelan negatif terhadap kelompok kritis. Pernyataan terbaru Presiden Prabowo Subianto yang mengibaratkan kalangan jurnalis, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai "londo ireng" memicu reaksi keras dari Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Organisasi ini menilai retorika tersebut merupakan langkah sistematis untuk mendegradasi peran pengawasan publik.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Istilah "londo ireng"鈥攜ang secara historis merujuk pada warga pribumi yang memihak penjajah Belanda鈥攄ilontarkan Presiden saat menghadiri perayaan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa pada akhir Juli 2026. Menurut Direktur Eksekutif MTI, Ahmad Jilul Qurani Farid, penyematan label ini sangat merusak iklim demokrasi. Alih-alih menjawab substansi kritik dengan argumen berbasis data, narasi semacam itu dinilai sengaja mengalihkan perhatian publik pada kecurigaan motif di balik kritik tersebut. Akibatnya, legitimasi pengawasan masyarakat sipil perlahan-lahan runtuh demi melindungi kekuasaan dari akuntabilitas.
Also Read

Presiden Prabowo Subianto Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Presiden Prabowo Subianto Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Kekhawatiran MTI bukan tanpa alasan yang kuat. Berdasarkan catatan mereka, serangan verbal ini bukanlah kejadian tunggal sejak Prabowo menjabat pada Oktober 2024. MTI mendokumentasikan setidaknya tujuh insiden pelabelan negatif terhadap masyarakat sipil. Pola ini dimulai dari tuduhan "antek asing" pada awal 2025, pertanyaan sinis mengenai motif pendanaan demonstran penolak Undang-Undang TNI di Hambalang, hingga tuduhan makar dan terorisme saat unjuk rasa Agustus 2025. Pola retorika defensif ini terus berlanjut hingga pertengahan 2026, memperlihatkan kecenderungan konsisten dalam merespons perbedaan pendapat.

Menanggapi fenomena ini, MTI mengingatkan kepala negara bahwa mengelola sebuah republik demokratis sangat berbeda dengan memimpin struktur militer. Dalam dunia militer, kepatuhan mutlak tanpa bantahan adalah pilar utama. Sebaliknya, dalam sistem tata negara yang demokratis, keberagaman opini dan suara kritis dari jurnalis serta akademisi merupakan pilar utama untuk mencegah kekuasaan tergelincir ke arah otokrasi. Kritik dari warga negara seharusnya dimaknai sebagai wujud kepedulian dan rasa cinta terhadap arah pembangunan bangsa, bukan sebagai bentuk pengkhianatan.

Also Read

Presiden Prabowo Resmikan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru di Berbagai Daerah

Presiden Prabowo Resmikan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru di Berbagai Daerah

Oleh karena itu, MTI mendesak pemerintah untuk menyelaraskan klaim "tidak anti-kritik" yang sering digaungkan Istana dengan tindakan nyata di lapangan. Komitmen tersebut tidak boleh sekadar menjadi pemanis pidato di podium kekuasaan. Pemerintah diminta untuk berhenti menggunakan narasi yang memojokkan kelompok kritis sebagai kepanjangan tangan asing. Sebaliknya, setiap masukan dan protes dari publik harus dijawab secara rasional melalui penjelasan data dan perbaikan kinerja kebijakan, demi menjaga marwah demokrasi yang sehat.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Prabowo Subiantodemokrasikebebasan berpendapatmasyarakat transparansi indonesiakritik publik

Berita Terbaru Lainnya

Teknologi Pirolisis BRIN Ubah Residu Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar PetasolSejarah Kumpul Kebo dan Gaya Hidup Pejabat Kolonial di JawaKementan Sebut Butuh Tiga Dekade untuk Hasilkan Tembakau Rendah NikotinStrategi OJK Menekan Kredit Macet di Sektor Pinjol dan PegadaianProdusen Elektronik Lokal Bidik Pasar Ekspor Demi Siasati Penurunan Daya BeliPetrosea Resmi Kuasai Saham Singaraja Putra Lewat Transaksi Triliunan RupiahDestry Damayanti Mengisi Posisi Gubernur Bank Indonesia SementaraPresiden Prabowo Subianto Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

Ekonomi

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

27 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari IniEkonomi 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap