Warga di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, akhirnya dapat bernapas lega setelah teror monyet liar yang meresahkan selama hampir dua pekan berakhir. Monyet liar berukuran besar yang diduga terlibat dalam serangkaian serangan terhadap warga setempat kini telah berhasil ditangkap oleh tim gabungan. Selama hampir dua minggu tersebut, kehadiran satwa liar ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena perilakunya yang mengganggu.
Penangkapan monyet liar tersebut dilakukan pada hari Kamis (6/8) pagi. Satwa liar ini berhasil diamankan setelah masuk ke dalam perangkap besi yang sengaja dipasang oleh petugas di kawasan Jalan Tampomas sekitar pukul 08.00 WIB. Keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil nyata dari kesiapsiagaan petugas gabungan yang segera merespons laporan warga mengenai adanya ancaman dari satwa liar di lingkungan permukiman mereka.
Sebelum berhasil menangkap monyet tersebut, petugas gabungan telah melakukan berbagai persiapan di lapangan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memasang dua kandang jebak di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut. Petugas berupaya memetakan area perlintasan monyet untuk memaksimalkan peluang penangkapan.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Perangkap yang akhirnya berhasil menangkap monyet liar tersebut ditempatkan di area semak-semak di bawah sebuah pohon. Lokasi spesifik penempatan kandang jebak ini berada tepat di bagian belakang sebuah rumah kosong yang terletak di Jalan Tampomas. Di dalam kandang besi tersebut, petugas sengaja menyediakan umpan berupa buah cempedak dan buah pisang guna memancing monyet liar tersebut agar mau masuk ke dalamnya. Strategi ini terbukti membuahkan hasil ketika monyet tersebut terpancing masuk ke dalam perangkap pada Kamis pagi.
Monyet liar yang berhasil ditangkap ini dilaporkan memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dan tidak biasa. Satwa tersebut memiliki tinggi badan sekitar satu meter dengan perkiraan panjang tubuh mencapai dua meter. Selain itu, monyet ini juga diketahui memiliki taring yang panjang. Akibat serangan yang dilakukan oleh monyet liar ini selama hampir dua pekan di wilayah Kecamatan Tembilahan, sekitar 19 orang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Keberhasilan operasi penanganan konflik satwa liar ini tidak terlepas dari kerja sama tim gabungan yang solid. Tim gabungan tersebut terdiri dari berbagai unsur, yaitu Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses di lapangan. Kepala DPKP Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengonfirmasi bahwa satwa liar yang ditangkap tersebut kini telah diamankan dengan aman di Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir.
Meskipun monyet liar berukuran besar tersebut sudah berhasil diamankan di Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir, petugas gabungan menyatakan bahwa mereka tidak akan langsung menghentikan pengawasan. Petugas masih akan terus melakukan kegiatan observasi serta pemantauan di sekitar lokasi penangkapan dan area permukiman warga. Langkah antisipasi ini tetap dilakukan untuk memastikan secara pasti bahwa tidak ada lagi monyet liar lainnya yang berpotensi mengancam atau mengganggu ketenteraman warga di permukiman Kecamatan Tembilahan.






